Lima Sekolah di Pacitan Dapat Pendampingan Tata Kelola Pelayanan Pendidikan

oleh -13599 views
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Foto Ilustrasi: Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)
Guru di Pacitan sedang mengajar. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN—Sebanyak sekolah di Kabupaten Pacitan berkesempatan mendapatkan pendampingan tata kelola pelayanan pendidikan. Kelima sekolah tersebut adalah SDN Sedayu I, SDN Dersono III, SDN Kayen II, SDN Kebonagung dan SDN Hadiluwih I.

Pendampingan tata kelola pelayanan pendidikan tersebut adalah sebuah konsep untuk melakukan evaluasi pelaksanaan sekolah sebagai bagian dalam proses peningkatan pendidikan.

Dari berbagai masukan yang di uji coba di lima sekolah percontohan tersebut hampir sebagian besar mengeluhkan kurangnya pemenuhan sarana parasaran pendukung. Seperti halnya sarana olah raga, ruang kesenian, sarana aula dan pendukung-pendukung lain.

“Mengetahui keinginan siswa  maupun orang tua murid dalam mendapatkan kepuasan layanan sekolah, memiliki pengaruh besar dalam peningkatan mutu pendidikan, masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan evaluasi sekolah, hal itu bisa dilakukan, jika tata kelola pelayanan pendidikan di sekolah berjalan baik,” kata Toto Purwanto, Senior Education Specialist, usai MoU perbaikan pelayanan Pendidikan kerjasama Pemkab Pacitan dengan USAID kinerja Jawa Timur, kamis kemarin.

Dikatakan Toto, untuk memperbaiki tata kelola pelayanan pendidikan, sekolah wajib membuka diri terhadap berbagai kritik, salah satunya dengan menjalankan survey Pengaduan di sekolah. Bukan hanya siswa namun wali murid dan masyarakat juga dilibatkan.

“Sekolah merangkum indeks  aduan tersebut untuk bahan evaluasi dan mencari penyelesaian.  Awalnya, banyak guru  lembaga sekolah yang dijadikan pilot projec canggung, namun, setelah berjalan dan dirasakan manfaatnya mereka dapat menerimanya,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indartato sangat menyambut baik program ini. Untuk peningkatan pelayanan pendidikan hal itu perlu dipraktekan.  Bukan hanya 5 sekolah percontohan namun ke semua lembaga pendidikan di Pacitan.  “Pendidikan itu penting, maka dari itu sudah barang tentu mutunya harus baik,” katanya. (SKPD Pacitan/RAPP002)