Operasi Pasar di Jatim Akan Dihentikan Jika Harga Beras Stabil

oleh -10537 views
Operasi beras murah. (Foto ; Antara/Gulalives.com)
Foto Ilustrasi operasi pasar. (Foto: Istimewa)
Operasi beras murah. (Foto ; Antara/Gulalives.com)
Operasi beras murah. (Foto ; Antara/Gulalives.com)

Pacitanku.com, SIDOARJO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan melakukan penghentian kegiatan Operasi Pasar (OP) jika harga beras di Jatim mulai stabil. Hal itu disampaikan oleh Gubernur H Soekarwo usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) OP Pasar Soponyono Rungkut Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Kamis (5/3/2015) kemarin.

Stabilnya harga beras, menurut Pakdhe Karwo adalah jika harga beras sudah mencapai level Rp 9.500/kg. Dari pelaksanaan OP di Jatim berhasil menurunkan harga beras secara perlahan. Namun demikian, OP bakal dihentikan jika harga beras kualitas premium di pasar sudah mencapai harga normal

“Harga beras premium saat ini sekitar Rp 11.050-11.200 per kg. Ini turun Rp 250 dibandingkan kemarin. Jika harga sudah mencapai level Rp 9.500 maka OP akan dihentikan. Jadi targetnya harus menurunkan lagi harga beras sekitar Rp 1.500,” kata Pakde Karwo saat sidak OP di Pasar Soponyono Surabaya, dilansir dari laman resmi Pemprov Jatim.

Sebagaimana diketahui, setelah terjadi lonjakan harga beras sejak Januari, kini pemerintah bersama Perum Bulog menggelar Operasi Pasar (OP) beras kualitas medium. Di semua daerah di Jatim digelar OP untuk menekan harga beras.

Lebih lanjut, Pakde Karwo juga memperkirakan harga beras akan segera stabil dalam waktu dekat. Pasalnya, di sejumlah daerah di Jatim kini sudah mulai memasuki musim panen padi seperti di Jombang dan Pasuruan.

“Kalau sudah masuk panen raya dan harga stabil, maka OP berhenti, ini penting agar petani tidak sampai rugi,” ujarnya.

Di akhir Maret mendatang Jatim akan memasuki panen raya mencapai 500 ribu hektare. Saat panen raya, Gubernur Soekarwo juga meminta Bulog untuk bisa mengoptimalkan penyerapan beras petani. “Kalau panen raya pembelian beras Bulog harus diperbanyak agar stok terus bertambah. Untuk HPP saat ini masih pakai acuan GKP (Gabah Kering Panen, red) Rp 3.300 per kg dan GKG (Gabah Kering Giling, red) Rp 4.200 per kg,” tegasnya.

Sementara, Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Witono menuturkan, jika selama OP dilaksanakan pihaknya mampu menjual beras medium sebanyak 492 ton. “Kami jual dan sediakan beras OP setiap harinya mencapai 90 ton. Ini di seluruh daerah di Jatim, kecuali Jombang dan Pasuruan yang sudah masuk panen. Terbanyak distribusi penjualan di wilayah Surabaya,” katanya.

Diketahui, saat ini stok ketersediaan beras Bulog Jatim untuk kualitas medium kini mencapai 469 ribu ton. Jumlah itu cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama delapan bulan ke depan atau hingga bulan Oktober. Diprediksi, stok tersebut bisa terus bertambah seiring memasuki masa panen raya pada akhir Maret. (RAPP002)