Pemkab Pacitan Belajar Pengembangan Wisata Geopark Toba

oleh -Dibaca 1.678 kali
Pemkab Pacitan berfoto dengan pejabat pemkab Samosir. (Foto : humas Pemkab Samosir)
Pemkab Pacitan berfoto dengan pejabat pemkab Samosir. (Foto : humas Pemkab Samosir)
Pemkab Pacitan berfoto dengan pejabat pemkab Samosir. (Foto : humas Pemkab Samosir)
Pemkab Pacitan berfoto dengan pejabat pemkab Samosir. (Foto : humas Pemkab Samosir)

Pacitanku.com, SAMOSIR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus melaksanakan berbagai upaya dalam rangka pengembangan pembangunan daerah. Usai mengunjungi Bali dan Serdang Bedagai (Sergai), Pemkab Pacitan yang dipimpin oleh Bupati Indartato mengunjungi Kabupaten Samosir, Selasa (4/11/2014).

 Rombongan ada sekira 20 orang yaitu Bupati Pacitan  Indartato dan istri, Sekda Suko Wiyono, Kepala Disbudparpora Wasi Prayitno dan sejumlah kepala dinas dan staf dan disambut oleh Bupati Mangindar Simbolon dan pejabat Pemkab setempat.

Dalam sambutannya  Mangindar mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir asal muasal orang Batak. Bupati juga menjelaskan sejarah terbentuknya pemekaran Kabupaten Samosir serta sejarah Danau Toba serta visi Kabupaten Samosir yaitu Tahun Kunjungan Wisata Samosir Tahun 2014-2015.

Lebih jauh  Mangindar mengatakan bahwa konsep Geopark Toba merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pariwisata kawasan Danau Toba dan mewujudkan visi Samosir menjadi kawasan wisata lingkungan yang inovatif.

“Pemerintah pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (PP. 26/2008) dan pada PP. 50/2011 tentang RIPPARNAS tahun 2010 – 2025, Danau Toba termasuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), hal ini menegaskan bahwa kawasan Danau Toba akan menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan dan pembangunan kepariwisataan,” jelasnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Samosir, www.samosirkab.go.id.

Menurut Mangindar, membangun Geopark Toba memiliki 3 aspek tujuan utama yang saling terkait. Petama adalah fungsi konservasi/perlindungan aspek geologis untuk geosite-geosite (objek wisata) yang tersebar di kawasan Danau Toba. Objek warisan bumi ini berpeluang mencipatakan nilai ekonomi.

“Kemudian aspek yang kedua adalah aspek edukasi/pendidikan dan penelitian terhadap fenomena pembentukan muka bumi (Geoscientific Knowledge). Geopark Toba sebagai tempat yang berisi berbagai material bumi yang berkaitan dengan proses terbentuknya kawasan Danau Toba saat ini. Dengan demikian, Geopark Toba akan berfungsi sebagai tempat tujuan wisata yang berkaitan dengan edukasi,” ungkapnya.

Mangindar juga menyampaikan bahwa geopark mampu menstimulus aktifitas ekonomi masyarakat lokal serta pembangunan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung di Geopark maka akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Geopark.

“Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark secara berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara pembangunan ekonomi melalui  usaha konservasi dan pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata berbasis alam,” papar Mangindar.

Untuk mempercepat realisasi Geopark Kaldera Toba sebagai salah satu GGN – Global Geopark Network (UNESCO), Mangindar menegaskan diperlukan kerjasama dari seluruh kabupaten/kota kawasan Danau Toba. Usai pemaparan di ruang rapat kerja bupati Samosir, rombongan Bupati Pacitan kemudian disambut di rumah dinas bupati Samosir dengan jamuan makan siang serta penyerahan cenderamata.