Tag: Pemimpin

Permalink ke Bupati Pacitan Berbagi Kiat Jadi Pemimpin dalam Sarasehan PPI Hiroshima
Headline, Nusantara

Bupati Pacitan Berbagi Kiat Jadi Pemimpin dalam Sarasehan PPI Hiroshima

Indartato saat berbagi inspirasi dengan PPI Hiroshima. (Foto: KJRI Osaka)

Pacitanku.com, HIROSHIMA – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berkesempatan bertemu dengan 60 peserta sarasehan yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima, di Hiroshima, Jepang, Minggu (18/12/2016) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato berbagi tips menjadi pemimpin yang baik kepada para peserta sarasehan yang terdiri dari pelajar, pemagang dan masyarakat Indonesia yang menetap di Hiroshima. “Pertama, pemimpin diharapkan dapat menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat,”katanya.

Selain itu, Indartato menyebut bahwa sebagai seorang pemimpin, seharusnya pelaksanaan tugas dan amanah hendaknya dilandasi oleh niat untuk menyejahterakan masyarakat. “Dan ketiga, pemimpin perlu menggandeng para pakar di bidangnya masing-masing untuk identifikasi masalah serta solusi/inisiatif untuk mengatasinya,”ungkapnya.




Sementara, konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka Wisnu Edi Pratignyo, dalam kesempatan tersebut menggarisbawahi pentingnya peran dan kontribusi masyakarat Indonesia di Jepang khususnya pelajar dan generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia khususnya pelajar di Hiroshima didorong uintuk turut menyumbang ide segar dan konkret dalam mempromosikan kerjasama antar daerah berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama menetap di Jepang” kata Wisnu.

Salah satu yang bisa dilakukan, kata Wisnu, adalah  gagasan mengenai peluang kerjasama antara Kabupaten Pacitan dengan salah satu kota di Jepang.

Pada tanggal 18 Desember 2016, Konjen RI Osaka turut dalam sarasehan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima dengan menghadirkan Bupati Pacitan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 60 peserta baik dari kalangan pelajar, pemagang maupun masyarakat Indonesia yang menetap di Hiroshima. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Osaka. (KJRI/RAPP002)

 

Permalink ke Jelang Pilkada, IPNU Jatim Berikan Tiga Acuan Pilih Pemimpin
Jatim, Pilkada

Jelang Pilkada, IPNU Jatim Berikan Tiga Acuan Pilih Pemimpin

Pacitanku.com, SURABAYA – Jajaran Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur yang berbasis pelajar dan santri mengeluarkan tiga acuan untuk kalangan pemilih pemula tentang Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang.

“Ada tiga acuan yang dapat dijadikan pegangan santri dan pelajar se-Jatim dalam memilih calon pemimpin yang ideal untuk konteks pengembangan daerah,” kata Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami di Surabaya, Rabu (2/12/2015) kemarin.

Ditanya tentang sikap IPNU Jatim dalam Pilkada Serentak 2015, ia menjelaskan tiga acuan untuk memilih calon pemimpin versi IPNU Jatim antara lain pemimpin bertipe kepemimpinan multi-arah dan multi-aktor.

“Artinya, seorang kepala daerah dalam memimpin harus mampu menjaga keseimbangan peran masyarakat sipil dan swasta dalam kancah pasar bebas (MEA), tapi dengan mendahulukan peran masyarakat sipil di daerahnya sebagai kekuatan daerah,” tuturnya.

Tipe pemimpin yang memiliki komitmen pada kebijakan-kebijakan pro-kepentingan masyarakat daerah, namun pemimpin itu juga teta[ mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari aspek investasi.

Tipe ketiga adalah pemimpin yang inovatif dan visioner, karena inovasi dibutuhkan dalam memangkas jalur birokrasi (dalam pelayanan pada masyarakat) yang sering dirasa ‘njlimet’ (kompleks), lalu visioner dibutuhkan untuk membaca kebutuhan daerah dalam pengembangan masa datang.

“Dengan acuan tiga tipe kepemimpinan itu, maka santri dan pelajar sebagai pemilih pemula akan bisa bersikap cerdas dalam menentukan pilihan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, IPNU Jatim juga mengapresiasi “kecerdasan” pemerintah yang memusatkan aktivitas pilkada kepada KPU, sehingga masyarakat banyak diuntungkan. “Pilkada kali ini memang terasa senyap, dalam arti tidak segaduh pilkada-pilkada yang lalu, sebab semua mekanisme kampanye, bahkan atributnya, diatur oleh KPU,” tuturnya.

Dengan begitu, ruang gerak pasangan calon untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat (kampanye mandiri) semakin kecil, sehingga gesekan antarkubu pendukung dapat ditekan.

“Hal ini merupakan sebuah kemajuan demokratisasi di tengah masyarakat. Tapi, KPU dan pasangan calon seharusnya lebih cerdas lagi dengan memanfaatkan interaksi melalui media sosial berbasis internet, sehingga pemilih pemula dapat dengan mudah mengakses informasi seputar pilkada guna pendidikan politik sejak dini,” ujarnya.

Dalam pilkada serentak, PW IPNU Jatim juga menyerukan kepada seluruh pelajar dan santri untuk menolak sikap golput dan menentang keras berbagai tindakan yang mengandung unsur “money politics” atau politik uang yang tidak mendidik pemilih sebagai manusia berdaulat. (RAPP002/Antara)

Permalink ke Indonesia Future Society, Komunitas Para Pemimpin Masa Depan yang Diinisasi oleh SBY
Berita SBY, Komunitas, News, Pemerintahan

Indonesia Future Society, Komunitas Para Pemimpin Masa Depan yang Diinisasi oleh SBY

SBY dan Ani Yudhoyono saat meresmikan IFS di Nawangan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ani Yudhoyono/Instagram)

SBY dan Ani Yudhoyono saat meresmikan IFS di Nawangan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ani Yudhoyono/Instagram)

Pacitanku.com, PACITAN – Satu lagi komunitas yang menjadi harapan generasi pemuda di Indonesia. Adalah Indonesia Future Society (IF), sebuah komunitas yang diinisasi dan sekaligus diluncurkan oleh Presiden keenam Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono ini diharapkan menjadi wadah kreatif anak bangsa untuk melatih karakter kebangsaan dan mengasah jiwa kepemimpinan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Peluncuran IFS ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke 70 RI yang diluncurkan langsung oleh SBY dan istrinya, Ani Yudhoyono saat menggelar kunjungan ke Monumen Jenderal Soedirman, Dusun Sobo, Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, Senin (17/8/2015) lalu. Peluncuran IFS ini juga merupakan puncak syukuran kemerdekaan yang digelar SBY bersama masyarakat Pacitan, veteran dan para tokoh masyarakat.

“ IFS merupakan organisasi pemuda non-politik yang hadir sebagai wadah pemuda untuk berkarya bagi negeri. IFS dapat menjadi jalan bagi kita semua untuk membantu membangun masa depan Indonesia yang lebih baik di masa depan,” kata SBY usai meresmikan berdirinya komunitas IFS tersebut.

Dengan semangat “Satu Hati, Satu Cita-cita untuk Satu Indonesia”, IFS mengajak generasi muda untuk bergabung wujudkan Indonesia yang maju dan unggul. Mari bersama berpikir dan berkarya nyata dengan bergabung bersama IFS melalui http://ifuturesociety.org/gabung.

Mengenal IFS

Para anggota IFS di Pacitan. (Foto: Instagram Ani Yudhoyono)

Para anggota IFS di Pacitan. (Foto: Instagram Ani Yudhoyono)

Dengan latar belakang bahwa  generasi muda Indonesia harus mempersiapkan dirinya dan berpikir jauh kedepan untuk mengubah segala tantangan dan ancaman tersebut menjadi peluang, IFS resmi diluncurkan.

Dengan semangat “Satu Hati, Satu Cita-Cita untuk Satu Indonesia, IFS adalah komunitas generasi muda Indonesia yang memberikan ruang untuk dapat saling berbagi pandangan, gagasan, dan pemikiran, serta berkontribusi nyata untuk Indonesia. IFS menggunakan media sosial sebagai platform utama komunikasinya.

Sebagaimana dilansir dari laman IFS, organisasi ini mewadahi generasi muda Indonesia untuk merealisasikan cita-cita besarnya yang didasari berbagai latar belakang, minat dan bakat. IFS juga mempersiapkan para kader pemimpin masa depan yang kompeten, kompetitif dan berkarakter unggul dalam rangka menyongsong Indonesia yang lebih maju, demokratis, sejahtera, dan beradab di masa yang akan datang.

IFS memiliki beberapa program diantaranya adalah Olunteerism (Gerakan Sukarela), dimana dalam program ini, IFS mengajak setiap anggotanya untuk terlibat dan berkontribusi langsung dalam berbagai acara yang diselenggarakan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengekspresikan dan mengaktualisasi diri. Melalui program volunteerism ini, IFS juga mewadahi dan mengakomodasi berbagai ide dan dasar pemikiran dari para anggota IFS untuk kemudian merealisasikannya sebagai karya nyata anak bangsa.

Program kedua IFS adalah IFS Newsletter. Dengan semakin derasnya arus informasi dan komunikasi publik, IFS memberikan keistimewaan bagi setiap anggotanya untuk mendapatkan E-Newsletter secara online melalui e-mail. IFS Newsletter tidak hanya berisi berbagai informasi aktual bagi generasi muda, namun juga berisi pandangan-pandangan para ahli di berbagai bidang mengenai isu-isu yang relevan pada saat itu. Hal ini bertujuan untuk membekali para anggota IFS dengan berbagai wawasan, pengetahuan, dan pengalaman berharga dalam rangka menyiapkan diri untuk menghadapi kompleksitas tantangan abad ke-21.

Program selanjutnya, adalah IFS Quarterly Meeting, yakni para anggota Indonesia Future Society terpilih juga berkesempatan untuk menghadiri pertemuan triwulan yang berisi diskusi, sharing session dan pembekalan berbagai materi atau topik yang aktual dan kontekstual. Pembekalan wawasan dan keterampilan diberikan oleh tokoh-tokoh terkemuka di berbagai bidang.

Program terakhir adalah The Annual Leadership Lecture (“All” For Indonesia). Sebagai puncak program pembekalan generasi muda Indonesia, IFS menggelar program The Annual Leadership Lecture (“ALL” for Indonesia) setiap satu tahun sekali yang melibatkan secara langsung tokoh-tokoh nasional dan global dari berbagai bidang untuk menginspirasi dan menyampaikan buah-buah pemikirannya dalam berbagai isu dan topik yang aktual dan kontekstual.

Melalui The Annual Leadership Lecture (“ALL” for Indonesia), IFS mengajak generasi muda di seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam memperkaya wawasan dan pemikiran, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengemukakan pendapat (to speak up) dan mendengarkan satu sama lain (to listen one another).

Dalam forum ini, IFS juga mengundang generasi muda Indonesia untuk memperluas jaringan mereka dalam sebuah semangat yang positif, optimis dan konstruktif. Selain itu, generasi muda Indonesia diharapkan untuk tidak hanya saling belajar, berbagi pemikiran dan inspirasi namun juga dapat melakukan aksi nyata bagi kemajuan Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang. (RAPP002)

Permalink ke Pria Asal Pacitan ini Berbagi Wejangan Kepemimpinan
News, Sosok

Pria Asal Pacitan ini Berbagi Wejangan Kepemimpinan

SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)

SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)

Pacitanku.com, JAKARTA – Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagi wejangan tentang kepemimpinan kepada 1200 pemuda dan tokoh Indonesia dalam tajuk Supermentor VI yang diselenggarakan oleh Foreign Policy of Community Indonesia  di XXI Ballroom Jakarta Theatre, Ahad (17/5/2015) malam WIB.

Saat menyampaikan wejangannya, SBY mengambil tema Dream, Courage and Sweat. SBY membuka sesi dengan memutarkan video musik sebuah lagu ciptaannya yang berjudul “Ku Yakin Sampai Disana” kepada seluruh peserta yang hadir. Lagu tersebut diciptakan SBY satu bulan sebelum Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim pada tahun 2007, yang menjadi tonggak sejarah rezim kerja sama global tentang perubahan iklim dengan lahirnya Bali Roadmap.

Sesuai dengan lirik lagu “Ku Yakin Sampai Disana”, SBY menyampaikan bahwa ada seribu jalan menuju Roma dan banyak jalan menuju kesuksesan. Sekitar 1200 hadirin pun ikut menyanyikan lirik lagu ini, mengikuti teks yang tertera pada video.

SBY menyampaikan jejak perjalanan hidupnya mengenai cita-cita (dream), keberanian (courage) dan kerja keras (sweat). Sebagai anak desa Pacitan, SBY menceritakan bahwa tidak ada jalan yang lunak menuju cita-cita yang besar, maka ia harus berjuang sekuat tenaga. “Saya lahir di Pacitan. Pacitan kota kecil, terpencil, tandus, miskin,” jelas SBY.

Namun SBY berhasil mewujudkan cita-citanya untuk mengabdi ke dunia militer dengan kerja keras. “Saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih di Timor Timur, menghadapi pasukan Pak Xanana dulu. Beliau salah satu sahabat dekat saya di dunia ini. Tapi kami pernah berhadap-hadapan dulu ketika saya Danton, Danki dan Danyon. Bertempur selama hampir lima tahun,” cerita SBY.

“Saya pernah ke Bosnia, salah satu pelaku reformasi TNI, melalui masa-masa yang tidak mudah. Artinya, perjalanan karier saya di militer juga tidak mudah, penuh dengan tantangan, tetapi harus saya hadapi dengan berani,” tambah SBY.

“Di pemerintahan, tidak mudah memimpin Indonesia di era politik gaduh. Di era surplus kebebasan sekarang ini. Tetapi karena saya pemimpin, siap diapakan pun, jalan terus. Show must go on,” tegas SBY.

Pria asal Tremas, Pacitan ini menyampaikan bahwa tidak ada cerita yang mudah dalam memimpin Indonesia. Terlebih lagi untuk membangun ekonomi, demokrasi, penegakan hukum, hubungan internasional, pertahanan keamanan dan semua aspek perlu kerja keras.

“Namun dengan mimpi, harapan dan kerja keras, Indonesia kini dapat bangga dan bersyukur menjadi 10 besar ekonomi dunia dalam purchasing power parity, satu-satu negara Asia Tenggara yang masuk dalam 20 ekonomi terbesar di dunia dalam G-20, serta negara demokrasi ketiga terbesar di dunia,” katanya.

Selain SBY, malam itu para peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan langsung pengalaman berharga dan unik dari para negarawan terkemuka seperti Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Presiden ke-3 RI B.J Habibie dan Presiden Pertama Timor Leste Xanana Gusmao. (RAPP002)

 

Permalink ke Arsitek Masjid Agung Jawa Tengah ini Siap Nyalon Bupati Pacitan
Pemerintahan, Pilkada

Arsitek Masjid Agung Jawa Tengah ini Siap Nyalon Bupati Pacitan

Andung Damar Sasongko dan istri. (Sumber foto: Facebook)

Andung Damar Sasongko dan istri. (Sumber foto: Facebook)

Pacitanku.com, SEMARANG – Enam bulan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pacitan, suasana politik kian menghangat dan calon mulai bermunculan. Meski belum ada deklarasi resmi dari calon terkuat saat ini, Bupati Indartato, namun sejumlah nama menyatakan siap nyalon menjadi Bupati Pacitan, salah satunya adalah arsitek kenamaan asal Pacitan, Andung Damar Sasongko.

Andung yang dikenal menjadi arsitek Masjid terbesar di Jawa Tengah, yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini menyatakan siap maju menjadi calon bupati Pacitan. Meski bukan berlatar partai politik, namun pria yang berdomisili di Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah ini cukup yakin ingin membangun kampung halamannya dengan latar belakang keilmuan yang dimilikinya.

“Mumpung saya masih muda, jadi energi masih besar, maka Inshaallah saya siap maju menjadi calon Bupati Pacitan, karena kalau menunggu masa pensiun, energinya telah habis,” katanya, Selasa (12/5/2015).

Lebih lanjut, pria yang juga alumni Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip) menyampaikan bahwa keinginan maju sebagai salah satu calon Bupati didasari kecintaannya akan kampung halamannya tersebut.

Sehingga, dengan pengalaman yang dimiliki, Andung yakin mampu memberikan konsep pembangunan Pacitan yang lebih baik. “Beberapa konsep yang saya tawarkan tentunya adalah konsep pemberdayaan dan optimalisasi sektor potensial di Pacitan, seperti pariwisata, potensi alam dan industri kreatif,” tandasnya.

Namun demikian, Andung yang notabene wajah baru dalam peta perpolitikan Pacitan ini menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait penilaian dirinya apakah memang layak memimpin Pacitan untuk periode mendatang.

”Pembangunan saat ini (masa bupati Indartato-red) sudah cukup baik, namun demikian tentunya harus ditingkatkan lagi agar semua potensi di Pacitan bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Pacitan,”pungkas pria yang berasal dari Baleharjo, kota Pacitan ini.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini belum ada satu pun tokoh Pacitan yang mendeklarasikan untuk turut serta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung serentak pada 9 Desember mendatang. Sementara, KPU Pacitan sendiri hingga kini sudah memasuki tahap pemilihan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). (DPPP001)

Permalink ke Survey Calon Kepala Daerah Pacitan 2016-2021
Pemerintahan, Sosok

Survey Calon Kepala Daerah Pacitan 2016-2021

Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan

Relawan Pemilu Pacitan sumber foto kpud Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pacitan yang akan digelar pada Desember mendatang, redaksi Portal Pacitanku menjaring 23 nama tokoh yang dianggap memiliki popularitas dan elektabilitas untuk menjadi pemimpin di Pacitan.

Para tokoh tersebut diambil dari berbagai kategori, diantaranya kalangan birokrat sebanyak 7 tokoh, politisi-legislator sebanyak 10 tokoh, sedangkan tokoh lainnya adalah berangkat dari tokoh pelukis, pengusaha, akademisi dan TNI.

Survey ini hanya bersifat menyaring popularitas calon pemimpin Pacitan dan tidak ada tendensi untuk menggiring opini, sehingga masyarakat bebas untuk memilih dan menentukan tokoh favoritnya.

Di bagian bawah statistik, ada kolom alasan memilih calon silahkan untuk diisi sebagai argumen yang muncul dari hati nurani masyarakat dan netizen Pacitan. Selain di artikel ini, bisa juga mengunjungi halaman khusus survey Pilkada Pacitan di sini .

Survey ini akan berlangsung mulai Ahad (22/3/2015) hingga 30 April 2015 mendatang. Bagi warga Pacitan, silahkan memilih calon pemimpin favorit anda dengan cara mengklik satu tokoh berikut ini. selamat memilih.

[miwopolls view=”poll” id=”2″ ]