Pria Asal Pacitan ini Berbagi Wejangan Kepemimpinan

oleh -Dibaca 763 kali
SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)
SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)
SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)
SBY saat memaparkan dan memotivasi 1200 peserta Supermentor keenam. (Foto: SBY)

Pacitanku.com, JAKARTA – Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagi wejangan tentang kepemimpinan kepada 1200 pemuda dan tokoh Indonesia dalam tajuk Supermentor VI yang diselenggarakan oleh Foreign Policy of Community Indonesia  di XXI Ballroom Jakarta Theatre, Ahad (17/5/2015) malam WIB.

Saat menyampaikan wejangannya, SBY mengambil tema Dream, Courage and Sweat. SBY membuka sesi dengan memutarkan video musik sebuah lagu ciptaannya yang berjudul “Ku Yakin Sampai Disana” kepada seluruh peserta yang hadir. Lagu tersebut diciptakan SBY satu bulan sebelum Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim pada tahun 2007, yang menjadi tonggak sejarah rezim kerja sama global tentang perubahan iklim dengan lahirnya Bali Roadmap.

Sesuai dengan lirik lagu “Ku Yakin Sampai Disana”, SBY menyampaikan bahwa ada seribu jalan menuju Roma dan banyak jalan menuju kesuksesan. Sekitar 1200 hadirin pun ikut menyanyikan lirik lagu ini, mengikuti teks yang tertera pada video.

SBY menyampaikan jejak perjalanan hidupnya mengenai cita-cita (dream), keberanian (courage) dan kerja keras (sweat). Sebagai anak desa Pacitan, SBY menceritakan bahwa tidak ada jalan yang lunak menuju cita-cita yang besar, maka ia harus berjuang sekuat tenaga. “Saya lahir di Pacitan. Pacitan kota kecil, terpencil, tandus, miskin,” jelas SBY.

Namun SBY berhasil mewujudkan cita-citanya untuk mengabdi ke dunia militer dengan kerja keras. “Saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih di Timor Timur, menghadapi pasukan Pak Xanana dulu. Beliau salah satu sahabat dekat saya di dunia ini. Tapi kami pernah berhadap-hadapan dulu ketika saya Danton, Danki dan Danyon. Bertempur selama hampir lima tahun,” cerita SBY.

“Saya pernah ke Bosnia, salah satu pelaku reformasi TNI, melalui masa-masa yang tidak mudah. Artinya, perjalanan karier saya di militer juga tidak mudah, penuh dengan tantangan, tetapi harus saya hadapi dengan berani,” tambah SBY.

“Di pemerintahan, tidak mudah memimpin Indonesia di era politik gaduh. Di era surplus kebebasan sekarang ini. Tetapi karena saya pemimpin, siap diapakan pun, jalan terus. Show must go on,” tegas SBY.

Pria asal Tremas, Pacitan ini menyampaikan bahwa tidak ada cerita yang mudah dalam memimpin Indonesia. Terlebih lagi untuk membangun ekonomi, demokrasi, penegakan hukum, hubungan internasional, pertahanan keamanan dan semua aspek perlu kerja keras.

“Namun dengan mimpi, harapan dan kerja keras, Indonesia kini dapat bangga dan bersyukur menjadi 10 besar ekonomi dunia dalam purchasing power parity, satu-satu negara Asia Tenggara yang masuk dalam 20 ekonomi terbesar di dunia dalam G-20, serta negara demokrasi ketiga terbesar di dunia,” katanya.

Selain SBY, malam itu para peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan langsung pengalaman berharga dan unik dari para negarawan terkemuka seperti Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Presiden ke-3 RI B.J Habibie dan Presiden Pertama Timor Leste Xanana Gusmao. (RAPP002)