Tag: daging

Permalink ke Disperta Pacitan Gencarkan Pemeriksaan Daging Ayam dan Sapi Jelang Lebaran
Headline, Pemerintahan

Disperta Pacitan Gencarkan Pemeriksaan Daging Ayam dan Sapi Jelang Lebaran

Pacitanku.com, PACITAN – Permintaan daging menjelang lebaran selalu menunjukkan angka peningkatan dibading hari biasa. Tak ingin kecolongan dengan ulah oknum pedagang daging nakal, aparat berwenang mulai rutin turun ke pasar – pasar.

Seperti yang dilakukan Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Pacitan. Mereka gencar melakukan pemeriksaan rutin selama satu pekan penuh guna memastikan daging ayam dan sapi yang beredar di pasaran aman dikonsumsi.

Isu antraks yang merebak coba ditepis lewat pemeriksaan rutin tersebut. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus teliti dalam membeli daging ayam atau sapi. ‘’Sebab potensi tercemarnya daging dengan penyakit itu bisa dari mana saja,’’ ungkap dokter hewan Bidang Kesehatan Hewan Disperta, drh. Kushandoko, dikutip dari Radar Madiun, Kamis (22/6/2017).




Kushandoko menuturkan, jelang lebaran ini aktif sidak ke pasar-pasar tradisional. Selasa kemarin, pihaknya menyidak daging di Pasar Minulyo dan Pasar Arjowinangun.

Tujuannya, untuk mengendalikan peredaran produk pangan berupa daging ayam dan sapi. Maklum, daging cenderung berbeda dengan produk pangan yang lain, lantaran lebih rentan tercemar penyakit.

‘’Pencemaran itu bisa dari peternakannya, atau bahkan saat dipasarkan,’’ ujarnya.

Selama dua hari, belum ditemukan daging dengan paparan penyakit seperti antraks di pasaran. Begitu pula daging glonggongan. Menurut Kushandoko, pengendalian daging sudah dilakukan sejak hewan ternak dibawa ke rumah pemotongan hewan (RPH).

Di sana, hewan harus terbebas dari penyakit sebelum dipotong. Peternak pun diwajibkan memotong hewan ternaknya di RPH. Itu agar produk daging yang dipasarkan melalui proses satu pintu.

‘’Kalau dari RPH, kami bisa katakan aman karena sudah ada screening ketat disana. Tetapi, pencemarannya bisa juga terjadi saat membawa daging itu dari RPH. Atau saat sudah digelar di lapak-lapak,’’ jelasnya.

Dalam melakukan pemeriksaan di pasar-pasar, petugas menggunakan metode organoleptis. Daging-daging yang ada di lapak dicek seksama melalui indera penglihatan, penciuman, hingga indera peraba.

Pemeriksaan dilakukan dengan menyebar petugas ke pasar-pasar tradisional hingga di tingkat kecamatan. Menurut Kushandoko, tindakan tegas akan diambil jika ada pedagang yang kedapatan menjual daging ayam dan sapi tidak layak konsumsi.

‘’Daging yang kedapatan tidak layak konsumsi kami minta untuk tidak dijual,’’ ujar Kushandoko.

Permalink ke Simak 12 Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban ini
Headline, Kuliner

Simak 12 Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban ini

dagingPacitanku.com, PACITAN – Hari ini, Senin (12/9/2016), kita menyambut Idul Adha. Idul Adha adalah perayaan hari besar setiap umat islam yang ada di dunia yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Saat menyambut Idul Adha, selain disunahkan sholat Idul Adha secara berjamaah, umat islam yang mampu berkurban akan menyembelih hewan kurban diantaranya kambing, sapi, kerbau ataupun unta yang akan dibagi kepada orang-orang yang kurang mampu.

Karena di hari raya Idul Adha banyak orang yang berkurban-daging kurban berlimpah ruah, maka daging sapi, kerbau maupun kambing akan menjadi hidangan utama di setiap keluarga umat muslim. Hampirr dapat dipastikan semua umat Islam merasakan nikmatnya hewan qurban.

Dan, banyak sekali varian olahan dari daging kambing, sapi, kerbau, seperti rendang, gulai, sate, sop, dan masih banyak lagi. Hal ini membuat kebanyakan orang sulit menahan diri untuk menyantap semua hidangan tersebut, karena tentu saja kita tahu betapa lezatnya hidangan hasil olahan daging, bahkan rendang termasuk dalam jajaran kuliner terlezat di dunia. Sehingga kebanyakan orang lupa akan dampak makan terlalu banyak daging, apalagi daging yang diolah dengan santan.

Salah satu dampak dari mengkonsumsi daging merah tersebut adalah kolesterol dan kadar gula menjadi tinggi, akan sangat berbahaya jika yang konsumsi memiliki riwayat darah tinggi, kolesterol tinggi maupun diabetes, dll. Oleh karena itu, Anda harus mengatur pola makan Anda saat Idul Adha agar tetap bisa mengkonsumsi daging tanpa khawatir sakit.

dagingDaging kambing maupun daging sapi merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Protein dari daging ini kita butuhkan untuk pembentukan hormon, enzim, protein darah dan juga untuk mengganti dan memperbaiki sel yang rusak.

Cuma memang kadang kala selain daging kita juga mengosumsi lemak hewan tersebut dan juga termasuk jeroannya seperti hati, otak, paru, usus, limpa dari hewan kurban tersebut.

Jeroan ini mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat kita. Ini yang akan menjadi masalah. Daging yang berasal dari kambing dan sapi memang banyak mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Selain itu biasanya daging tersebut dibuat gulai dengan menggunakan santan dan kadar garam yang tinggi. Hal ini yang akan menjadi masalah buat sebagian orang.

Selama Iduladha sebagian masyarakat bisa saja mendapatkan daging yang berlebihan dan jika dikomsumsi dalam waktu pendek tentu juga akan menyebabkan masalah kesehatan. Dampak langsung bisa saja terjadi sembelit setelah makan daging yang berlebihan. Selain itu jika dikonsumsi berlebihan menjelang tidur maka akan merangsang terjadinya refluks isi lambung sehingga dapat mengganggu tidur.

Jeroan dari kambing atau sapi selain meningkatkan kadar asam urat juga dapat meningkatkan kadar asam urat darah kita. Oleh karena itu juga jangan dikonsumsi secara berlebihan.

Bagi seseorang yang menderita hipertensi, kadar Kolesterol tinggi (dislipidemia), kadar asam urat tinggi (hiperuresemia), penderita kencing manis dan kegemukan, harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari raya. Bisa saja konsumsi daging yang berlebihan dalam waktu singkat dapat memperburuk kondisi sakitnya.

Ada beberapa tips agar kita terhindar dari masalah kesehatan saat mengonsumsi daging kurban:

1. Imbangi banyak makan buah dan sayur.

Sayuran Hijau

Sayuran Hijau

Hal ini harus dilakukan dengan manfaat yang bersar, yakni untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Usahakan membuat hidangan yang terbuat dari sayur saat Idul Adha. Anda juga bisa membuat menu olahan daging dan sayur yang seimbang, seperti memasukkan sayuran seperti tomat, bawang merah, bawang Bombay yang akan mengurangi lemak pada makanan tersebut.

2. Sebaiknya daging di sate/dibakar atau di sop dari pada dibuat gulai

sate kambing2Taukah Anda? Daging yang dibakar lebih baik daripada yang digoreng, karena lemak akan berkurang saat dibakar dan lebih baik Anda menambahkan bumbu rempah sebelum daging dibakar.

3. Makan daging kambing atau sapi jangan berlebihan

daging berprotein tinggi dapat menyebabkan timbulnya uban sumber foto: m-dev.fimela.com

daging berprotein tinggi dapat menyebabkan timbulnya uban sumber foto: m-dev.fimela.com

Ini juga penting, terutama jangan dilakukan dalam waktu singkat, selain itu usahakan jangan makan daging selambat-lambatnya 2 jam sebelum tidur. Jika Anda mengkonsumsi daging sebelum tidur, maka waspadalah karena hal ini berdampak buruk bagi kesehatan Anda karena makanan akan terdorong ke esophageal sphincter yang menyebabkan kualitas tidur Anda menurun. Baiknya Anda mengkonsumsi 2-3 jam sebelum tidur.

5. Kurangi makanan berlemak lain

Coklat hitam dapat menghindarkan tubuh dari anemia sumber foto: www.nuga.co

Coklat hitam dapat menghindarkan tubuh dari anemia sumber foto: www.nuga.co

Karena sudah banyak makan lemakmelalui daging, maka jangan konsumsi makanan berlemak lainnya, seperti konsumsi coklat dan keju selama sedang mengonsumsi banyak makan daging.

6. Tidak mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti teh manis atau sirup.

Sirup Pinang

Sirup Pinang. Sumber: resepmasakan.suryantonugroho.com

Sebaiknya sehabis makan dengan daging kambing atau sapi tidak mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti teh manis atau sirup. Minum air putih atau jeruk hangat dapat membersihkan tenggorokan Anda. Jangan banyak mengkonsumsi minuman manis seperti sirup, teh dan kopi.

7. Minum yang cukup 8-10 gelas sehari untuk mencegah sembelit.

Perlu minum banyak air agar tak dehidrasi saat umroh. Foto: thinkstock

Perlu minum banyak air agar tak dehidrasi saat umroh. Foto: thinkstock

Saat berpesta daging, Anda disarankan untuk banyak minum air putih. Air putih dapat mendorong sisa makanan sehingga tidak menyebabkan sembelit.

8. Tetap melakukan olah raga ringan selama masa hari raya.

olahraga di bulan ramadhan

www.mausehat.com

Ini penting dilakukan agar tubuh tetap seimbang dalam hal kesehatan. Meski Anda sering makan daging, tapi dengan olahraga ringan akan membantu Anda, terutama dalam proses metabolisme.

9. Makan dalam porsi yang kecil atau secukupnya

Ini Cara Olah Daging Kurban Lembut dan Enak Disantap

Ini Cara Olah Daging Kurban Lembut dan Enak Disantap

Jangan mengkonsumsi daging dalam porsi yang besar karena hal ini akan mengakibatkan rasa nyeri dan terasa penuh sehingga makanan Anda kembali ke perut bagian atas dan perut akan terasa begah.

10. Diet dengan Serat

Sayur dan buah-buahan kaya akan serat sehingga mampu membantu mencegah munculnya stretch marks.

Sayur dan buah-buahan kaya akan serat sehingga mampu membantu mencegah munculnya stretch marks.

Imbangi makan daging Anda dengan makan makanan berserat. Serat akan melancarkan saluran pencernaan Anda dan mencegah terjadinya sembelit. Seseorang yang terlalu mengkonsumsi daging akan susah BAB dan pencernaannya tidak lancer. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, buah, sayur dan kedelai.

11. Jangan banyak mengkonsumsi makanan pedas

Saat Ramadhan disarankan kurangi konsumsi pedas, namun tak perlu menghentikannya sama sekali.

Saat Ramadhan disarankan kurangi konsumsi pedas, namun tak perlu menghentikannya sama sekali.

Jika Anda memilih masakan daging yang pedas saat idul fitri, hal ini akan membuat perut Anda mules dan akan mengganggu sistem oencernaan di dalam tubuh.

12. Pisahkan lemak daging saat makan hidangan Idul Adha

Gambar via: www.berrykitchen.com

Gambar via: www.berrykitchen.com

Ketika akan mengkonsumsi daging, pisahkanlah terlebih dahulu bagian lemak sebelum dihidangkan, karena lemak daging berdampak buruk bagi kesehatan Anda. (RAPP002)