Pacitanku.com, PACITAN – Psikolog Klinis dan Forensik, Denti Putri Agung Bayu Wardani, menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan mental guna merobohkan stigma negatif di masyarakat tentang kesehatan mental yang seringkali dicap gila.
Langkah ini krusial mengingat banyak warga yang baru mencari bantuan profesional saat kondisi mentalnya sudah di ambang kehancuran atau ibarat “bom waktu” yang siap meledak.
Denti -sapaan akrabnya- mengungkapkan bahwa anggapan pergi ke psikolog hanya untuk pengidap gangguan jiwa berat masih sangat kuat di Pacitan.
Padahal, kata dia, peran psikolog jauh lebih luas, mencakup pencegahan dan pengembangan diri.
“Ke psikolog itu justru harus sebelum ‘dhuar’, sebelum menggila,”kata Denti dikutip dari siniar Kertas Kosong Pacitanku TV edisi ke-58, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, psikolog tidak hanya menangani kejadian setelah mengalami gangguan mental. Lebih dari itu, psikolog juga bermanfaat untuk kebutuhan tes bakat.
“Psikolog bukan hanya untuk menangani yang negatif-negatif saja. Kita bisa konsultasi soal tes IQ, minat bakat, hingga persiapan mental sebelum menikah,”imbuh alumni SMPN 1 Pacitan ini.
Baca juga: Miris! Psikolog Syok Temukan Fenomena Barcode Merajalela di Kalangan Remaja Pacitan
Stigma ini menjadi tantangan serius di tengah meningkatnya prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka gangguan mental pada penduduk di atas 15 tahun terus melonjak dalam satu dekade terakhir.
Namun, akses ke layanan profesional sering kali terhambat oleh rasa malu dan takut dilabeli “kurang waras”.
Menurut Denti, mengabaikan luka batin kecil hanya akan menumpuk beban yang berisiko memicu depresi hingga tindakan menyakiti diri (self-harm).
Pemilik lembaga Psyche Consulting ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental adalah investasi jangka panjang yang nilainya setara dengan kesehatan fisik.
Waspada Red Flags! Kenali Tanda Bahaya Teman & Pasangan Toxic Bersama Psikolog Pacitan | Eps. 58









