Waspada ‘Godzilla El Nino’, BPBD Pacitan Siagakan TRC 24 Jam Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

oleh -164 Dilihat
Peta infografis prediksi awal musim kemarau dan zona rawan kekeringan di Kabupaten Pacitan akibat ancaman Godzilla El Nino.
Peta pemetaan awal musim kemarau di Kabupaten Pacitan. BPBD memprediksi delapan kecamatan memasuki kemarau lebih awal pada April dasarian III, sementara empat kecamatan lainnya menyusul pada Mei dasarian I sebagai dampak fenomena El Nino. (Sumber: BPBD Pacitan/BMKG, ilustrasi AI)

Pacitanku.com, PACITAN – Mengantisipasi ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena ‘Godzilla El Nino’, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan resmi memetakan zona rawan kekeringan dan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam penuh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengungkapkan bahwa merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Pacitan akan memasuki musim kemarau secara bertahap.

Mayoritas wilayah, yakni Kecamatan Pacitan, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Kebonagung, Pringkuku, Punung, dan Donorojo, diprediksi masuk kemarau lebih awal pada April dasarian III.

“Sedangkan wilayah yang memasuki kemarau di Mei dasarian I atau lebih lambat adalah Kecamatan Arjosari, Tegalombo, Bandar, dan Nawangan,”kata Yagus saat dikonfirmasi terkait kesiapan daerah, Jumat (1/5).

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Pacitan segera menyinkronkan data prediksi tersebut dengan data riil dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sinkronisasi ini mencakup pengecekan kondisi embung, debit sumber air, hingga keandalan layanan PAMSIMAS dan PDAM di lapangan.

Peta infografis prediksi awal musim kemarau dan zona rawan kekeringan di Kabupaten Pacitan akibat ancaman Godzilla El Nino.
Peta pemetaan awal musim kemarau di Kabupaten Pacitan. BPBD memprediksi delapan kecamatan memasuki kemarau lebih awal pada April dasarian III, sementara empat kecamatan lainnya menyusul pada Mei dasarian I sebagai dampak fenomena El Nino. (Sumber: BPBD Pacitan/BMKG)

Di sektor ketahanan pangan, BPBD juga terus menjalin koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah risiko gagal panen massal yang berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Kami menyarankan petani menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman yang tahan kering, serta menggunakan sistem irigasi hemat air,” tambah Yagus.

Lebih lanjut, BPBD turut memberikan peringatan terkait dampak turunan kemarau ekstrem terhadap kesehatan publik. Suhu udara yang panas serta kualitas udara yang memburuk berisiko meningkatkan kasus dehidrasi dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dengan minum cukup air untuk mencegah dehidrasi. Kurangi kegiatan di luar ruangan dan gunakan masker jika kualitas udara kurang baik akibat asap atau debu,” pungkasnya.

Guna memastikan seluruh skenario penanganan berjalan optimal, BPBD Pacitan kini telah menyiagakan Posko TRC dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Upaya ini diperkuat melalui sinergitas terpadu bersama unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta pemadam kebakaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.