Aktivis Pro-Palestina Soroti Kontradiksi Danone: Bantah Tapi Akui Afiliasi Israel

oleh -190 Dilihat
Sukron Jamal, seorang aktivis dari Jaringan Muslim Madani

Pacitanku.com, JAKARTA — Klaim Danone Indonesia yang menyatakan “tidak memiliki hubungan atau afiliasi dengan Israel” kini menjadi sorotan tajam dan menuai kritik pedas.

Pernyataan yang terpampang di situs web Danone Indonesia ini sontak dipertanyakan menyusul pengakuan perusahaan akan adanya “kolaborasi bisnis dengan startup Israel di sektor susu dan teknologi pangan.”

Kontradiksi yang mencolok ini segera disorot oleh Sukron Jamal, seorang aktivis dari Jaringan Muslim Madani. “Pengakuan ini menunjukkan kontradiksi mendasar dalam pernyataan mereka,” tegas Sukron.

“Bagaimana mungkin mengklaim tidak memiliki hubungan dengan Israel sambil secara bersamaan mengakui adanya kolaborasi bisnis dengan entitas Israel?”

Menurut Sukron, dalam prinsip gerakan boikot, segala bentuk hubungan ekonomi dengan entitas Israel, sekecil apa pun, sudah dapat dikategorikan sebagai dukungan terhadap sistem yang menindas rakyat Palestina.

Ia menjelaskan bahwa setiap kolaborasi bisnis, meskipun diklaim Danone demi ‘inovasi pangan berkelanjutan’, tak pelak tetap berkontribusi pada ekosistem bisnis Israel.

“Startup Israel yang berkolaborasi dengan Danone akan mendapat keuntungan finansial, yang pada akhirnya berkontribusi kepada ekonomi Israel secara keseluruhan,” papar Sukron.

“Ini belum ditambah dari pajak yang masuk ke kas negara Israel yang kemudian digunakan untuk membiayai agresi militer dan kebijakan penjajahan di Palestina.”

Sukron juga berpendapat bahwa kolaborasi bisnis Danone dengan entitas Israel berpotensi memberikan legitimasi dan normalisasi terhadap pendudukan serta tindakan yang disebutnya genosida Israel di Palestina.

Ia menekankan bahwa Israel memiliki industri militer yang terintegrasi dengan sektor sipil, sehingga kerja sama non-militer pun berpotensi memicu transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer.

“Jadi, argumen ‘tidak terkait militer’ tidak relevan,” cetusnya.

Tak hanya kolaborasi dengan startup Israel, WILK, di bidang teknologi produksi susu sintetis, Danone, perusahaan multinasional asal Prancis ini, ternyata juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Strauss Group, perusahaan pangan terbesar kedua Israel, sejak era 1970-an.

Sejak Desember 1996, Danone bahkan memiliki 20% saham operasi produk susu Strauss Group, disertai pemberian lisensi eksklusif bagi Strauss untuk menggunakan keahlian Danone dalam memproduksi produk susu segar.

Di tengah gelombang seruan boikot yang kian menguat, Danone Indonesia, pemilik merek Aqua, SGM, dan Bebelac, berupaya menepis tudingan terkait hubungannya dengan Israel.

Salah satu upaya mereka adalah dengan merujuk pada Laporan Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese, bertajuk “From economy of occupation to economy of genocide”, dan menyatakan nama mereka tidak disebut dalam laporan tersebut.

Namun, Sukron Jamal dengan tegas membantah relevansi argumen tersebut. Menurutnya, laporan PBB memprioritaskan perusahaan yang beroperasi di permukiman ilegal atau memiliki hubungan langsung dengan militer Israel.

Sementara itu, daftar boikot yang disusun oleh para aktivis memiliki kriteria yang lebih luas, mencakup kontribusi ekonomi nasional dan upaya normalisasi kebijakan Israel.

Laporan PBB itu sendiri, menurut Sukron, secara eksplisit menyatakan bahwa daftar perusahaan yang disebutkan hanyalah “puncak gunung es”, mengindikasikan adanya korporasi global lain yang terlibat lebih dalam dengan Israel.

Hubungan bisnis Danone yang telah terjalin puluhan tahun dengan Strauss Group, dan kini dengan WILK, secara terang benderang menunjukkan kedalaman keterlibatan ekonomi perusahaan tersebut di Israel.

Keterlibatan ini mencakup transfer teknologi, investasi modal, dan pembangunan kapasitas produksi lokal.

“Bagi kami, para aktivis, setiap investasi yang masuk ke Israel dapat dilihat sebagai bentuk dukungan ekonomi yang lebih lanjut terhadap pendudukan dan genosida di Palestina, terlepas dari klaim bantahan Danone,” pungkas Sukron.

No More Posts Available.

No more pages to load.