Inovasi Kopi Pinang Mujuro: Sentuhan Kreatif Pemuda Tulakan Angkat Ekonomi Lokal dan Stamina

oleh -202 Dilihat
Abdullah Fathoni menunjukkan kemasan eksklusif Kopi Pinang Mujuro hasil inovasinya di Tulakan, Pacitan.
Produk Kopi Pinang Mujuro hasil eksperimen Abdullah Fathoni, pemuda asal Tulakan, Pacitan, yang berhasil menyulap buah pinang lokal menjadi kopi berkhasiat bernilai ekonomi tinggi. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, TULAKAN – Seorang pemuda asal Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Abdullah Fathoni, sukses menciptakan inovasi “Kopi Pinang Mujuro”.

Racikan yang memadukan biji kopi, buah pinang, dan jahe ini tidak hanya aman bagi lambung dan berkhasiat menjaga stamina pria, tetapi juga berhasil meningkatkan nilai ekonomis potensi pertanian serta memberdayakan warga setempat.

Usaha yang awalnya dirintis oleh kedua orang tuanya ini dikembangkan Fathoni melalui berbagai eksperimen pengolahan tradisional.

Ide tersebut muncul saat ia melihat melimpahnya pohon pinang di pekarangan tetangganya yang selama ini tidak memberikan dampak ekonomis.

Berbekal informasi dari para tetua kampung mengenai khasiat pinang untuk stamina dan khasiat jahe dari petani setempat, Fathoni meramu formula kopi yang berbeda.

Kopi Pinang Mujuro memadukan biji kopi jenis robusta dan liberika unggulan dengan buah pinang serta jahe.

Perpaduan unik ini menghasilkan cita rasa yang khas, yakni kombinasi kepahitan kopi, sensasi sedikit sepat dari pinang, dan kehangatan tipis dari jahe. Racikan ini kian digemari karena aman dikonsumsi harian tanpa memicu gangguan pencernaan.

Arjuna (40), salah satu konsumen, mengaku kini telah sepenuhnya beralih dari kopi saset pabrikan ke Kopi Pinang Mujuro.

“Selain tidak bikin asam lambung naik, istri saya juga menyuruh minum kopi ini saja,”kata Arjuna, Senin (1/6/2026).

Kepuasan senada juga disampaikan oleh konsumen lainnya, Davina (37). Ia merasa diuntungkan setelah suaminya rutin mengonsumsi seduhan tersebut setiap pagi dan sore hari.

“Pokoknya bikin saya bahagia,” tutur Davina.

Selain menciptakan varian rasa baru yang dikemas secara eksklusif, Fathoni menyadari bahwa inovasinya membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa.

“Kehadiran kopi pinang ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. Masih banyak sekali olahan hasil pertanian di sekitar kita yang potensinya harus dimaksimalkan,”kata Fathoni selaku pemilik merek.

Saat ini, jangkauan pasar Kopi Pinang Mujuro semakin meluas.

Untuk pembelian langsung, produk ini tersedia di berbagai titik strategis di Pacitan, seperti kawasan Museum SBY-Ani, Pusat Oleh-Oleh Putra Samudra, Toko Pantes Tanjungsari, serta sejumlah toko di Tulakan dan Tegalombo.

Konsumen di luar daerah juga dapat membelinya secara digital melalui lokapasar terkemuka seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop melalui toko Baraka Asri.

No More Posts Available.

No more pages to load.