Pacitanku.com, PACITAN — Berada di kampung halamannya Pacitan sejak awal Juli hingga hampir dua pekan lamanya, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampil sangat produktif menghasilkan karya seni.
SBY aktif mengabadikan pesona keindahan alam Pacitan ke atas kanvas, di mana momen paling ikonis terekam saat ia melukis langsung di atas jembatan Sungai Grindulu sembari berinteraksi hangat dengan masyarakat sekitar.
Kiprah seni SBY di Pacitan ini menjadi cara unik sang tokoh nasional untuk mempromosikan pariwisata daerah kelahirannya. Di atas jembatan bercat biru-putih yang membelah Sungai Grindulu, SBY tampak fokus menggoreskan kuas.
Tampil santai dengan kemeja hijau, rompi, dan baret merah marun, ia melukis aliran sungai, bebatuan besar, dan perbukitan hijau.
Menariknya, dalam kegiatan tur seni yang diiringi bus “SBY Art Community” ini, SBY turut didampingi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, kemudian juga anggota DPR RI Sartono Hutomo, Rizki Aulia Rahman Natakusumah dan aktris Beby Tsabina yang melihat langsung proses kreatif tersebut.
Kehadiran SBY di ruang terbuka sontak menarik perhatian warga dari berbagai kalangan usia. Usai menyelesaikan lukisannya yang dibingkai dengan pigura emas elegan, SBY menyapa dan berbaur dengan kerumunan warga.
Mendengar antusiasme warga yang bersahutan menyebut asal desa mereka seperti Gunungsari, Arjosari, dan Tremas, SBY merespons dengan senyuman nostalgia.

Ia mengenang bahwa dirinya juga lahir dan berasal dari kawasan Tremas, Arjosari. Momen itu ditutup dengan sesi foto bersama dan jabatan tangan yang penuh kekeluargaan.
Selama hampir dua pekan di Pacitan, koleksi karya lukisan SBY terus bertambah.
Sebelum melukis di Sungai Grindulu, jiwa seninya sempat tergerak mendadak saat melintasi jalur Solo-Pacitan di kawasan Dadapan, Pringkuku. Di tikungan Pengkolan Goa Sekar Arum tersebut, ia meminta pengawal menyiapkan kanvas untuk melukis lanskap hutan.
Produktivitas SBY juga berlanjut ke pesisir selatan. Pada 5 Juli 2026, ia melukis di Pantai Pancer Door, lalu berlanjut ke salah satu destinasi wisata andalan, yakni Pantai Srau di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, pada 8 Juli 2026.
Langkah SBY mempromosikan Pacitan melalui seni lukis ini dinilai sarat akan makna dan pengabdian.
“Ada rasa syukur yang mendalam setiap kali Pak SBY kembali ke Pacitan. Di Pantai Srau yang memukau, ditemani deru ombak laut selatan yang mulai pasang, Pak SBY kembali mengabadikan keindahan tanah kelahirannya di atas kanvas,” tulis akun KIBCentre dalam keterangan resminya.
“Bagi beliau, momen ini bukan sekadar melukis, melainkan cara terbaik untuk merawat ingatan. Mengenang masa kecil yang penuh keterbatasan, sekaligus menunaikan janji sebagai putra daerah — mempromosikan keindahan alam Pacitan secara luas ke warga dunia lewat guratan karya.”









