Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Pacitan, Mahendra Setyo Hantoro, membagikan panduan praktis bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam menjelang Idul Adha 1447 H.
Mahendra -sapaan akrabnya- menekankan bahwa aspek kesehatan dan asal-usul hewan harus menjadi prioritas utama sebelum calon pembeli melakukan transaksi. Hal ini penting untuk memastikan hewan tidak dalam kondisi terjangkit penyakit menular.
“Pertama-tama, pastikan asal-usul hewan ternak tersebut jelas dan kondisinya sehat. Hewan tidak boleh dalam kondisi sakit,” ujar Mahendra saat dihubungi media, Kamis (14/5/2026).
Terkait tren pembelian melalui platform daring (online), Mahendra mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko ketidaksesuaian kondisi fisik. Ia menegaskan bahwa pembeli berhak meminta bukti otentik kesehatan hewan dari otoritas berwenang.
“Kedua, apabila membeli melalui online, pastikan penjual dapat menunjukkan surat keterangan sehat ternak,” tegasnya.
Selain kelengkapan administrasi, pemeriksaan fisik secara langsung tetap sangat disarankan. Mahendra menjelaskan, hewan kurban yang berkualitas harus memiliki fisik yang utuh tanpa cacat maupun luka.
“Ketiga, pastikan fisiknya utuh. Tidak ada lecet atau luka pada tubuhnya, dan bagian tubuhnya tidak ada yang berkurang secara fisik,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau warga untuk jeli melihat tekstur kulit dan bulu ternak. Kulit yang bersih dan mengkilap merupakan indikator awal bahwa hewan tersebut bebas dari parasit yang bisa menurunkan kualitas daging.
Sebagai poin penutup, kepatuhan terhadap batasan usia sesuai syariat Islam menjadi faktor penentu sah atau tidaknya ibadah kurban tersebut.
“Dan pastikan hewan yang akan disembelih itu cukup umur saat dipotong,” pungkas Mahendra.











