Pacitanku.com, PACITAN — Rasa bangga dan haru menyelimuti para seniman tari usai sukses mementaskan Tari Bedhayan dalam prosesi puncak peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/2/2026) pagi.
Tarian ini menjadi pelengkap kentalnya nuansa jawa mataraman dalam gelaran budaya prosesi Hari Jadi Pacitan kali ini.
Karya tari yang diciptakan dari nol hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu ini tampil memukau dan khidmat di hadapan jajaran pejabat daerah, sekaligus menjadi simbol penghormatan atas ketangguhan masyarakat dan kepemimpinan Pacitan.
Bagi para penari, momentum ini bukan sekadar tugas panggung, melainkan wujud pengabdian pada tanah kelahiran.

Desi, salah satu penari yang terlibat, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah berhasil menuntaskan tarian sakral tersebut dengan sempurna.
“Bangga bisa menjadi salah satu bagian dari prosesi Hari Jadi Pacitan ke-281,”kata Desi saat ditemui Pacitanku.com usai penampilan.
Tampil di panggung bersejarah tentu bukan tanpa rintangan. Tim penari dihadapkan pada tantangan besar untuk menciptakan sebuah karya baru dari awal.
Gerak koreografi hingga iringan musik harus digarap khusus agar selaras dengan nuansa sakral peringatan hari jadi.
Namun, berkat kekompakan tim selama masa persiapan yang singkat tersebut, beban berat itu berhasil diubah menjadi penampilan yang menggetarkan hati.
Tari Bedhayan tahun ini memang dirancang khusus sebagai identitas baru daerah. Tarian ini secara filosofis mengangkat tema besar tentang ketangguhan wilayah dan karakter pemimpinnya.
“Ini menggambarkan kepemimpinan dan wilayah Pacitan,” ungkap salah seorang rekan penari Desi. Tarian ini secara tersirat juga merepresentasikan keteguhan jiwa kepemimpinan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.
Menutup perbincangan, para seniman ini menitipkan harapan besar dari balik gerak gemulai tarian mereka.
Tidak hanya sekadar seremoni tahunan, mereka berharap perayaan ini menjadi pijakan agar infrastruktur dan UMKM di Pacitan semakin maju. Lebih dari itu, mereka berpesan agar identitas budaya dan warisan tradisi daerah terus dijunjung tinggi oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya oleh para pekerja seni.












