Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan resmi menanggalkan atribut keguruannya sejenak untuk menyelami dunia jurnalistik profesional melalui program magang nonkependidikan di kantor media daring Pacitanku.com.
Langkah strategis ini diambil guna memperkaya kompetensi digital dan pengelolaan media sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang kian dinamis, di luar ranah pendidikan formal yang selama ini mereka geluti.
Prosesi penyerahan mahasiswa magang tersebut diterima langsung oleh Direktur Pacitanku Digital Media, Sulthan Shalahuddin, di markas redaksi yang berlokasi di Jalan Gunung Galunggung, Lingkungan Pucangrejo, Kelurahan Pucangsewu, Pacitan.
Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya kolaborasi intensif antara institusi pendidikan tinggi dengan industri media lokal yang dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan hingga 6 Maret 2026 mendatang.

Puluhan peserta magang yang terdiri dari 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan 7 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini ditantang untuk menguasai keterampilan baru.
Sulthan Shalahuddin menyambut hangat kehadiran energi muda tersebut dan menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa keguruan terhadap tren teknologi informasi yang berkembang pesat.
“Meskipun berlatar belakang pendidikan keguruan, para mahasiswa ini didorong untuk keluar dari zona nyaman dengan mempelajari dinamika kerja redaksi, mulai dari teknis peliputan berita, penulisan artikel, hingga produksi konten video kreatif atau reels yang relevan dengan tren digital saat ini,”kata Sulthan Shalahuddin.
Sementara, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) STKIP PGRI Pacitan, Mufida Yuni Pureka, menaruh harapan besar agar program ini menjadi jembatan efektif bagi anak didiknya untuk menimba pengalaman riil yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan.
Baca juga: Dukung Literasi Digital, Pacitanku Terima 26 Mahasiswa Magang dari STKIP PGRI Pacitan
Menurutnya, penguasaan kemampuan komunikasi publik dan jurnalistik akan menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi lulusan sarjana pendidikan di era modern agar lebih adaptif dan kompetitif.
“Mudah-mudahan melalui magang nonkependidikan ini, mahasiswa bisa menambah wawasan dan keterampilan, terutama dalam bidang jurnalistik dan kepenulisan berita,”harap Mufida.
Lebih jauh, Mufida mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan singkat ini untuk beradaptasi dengan budaya kerja profesional.
Ia menegaskan bahwa magang ini bukan sekadar formalitas penggugur kewajiban mata kuliah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun portofolio dan mentalitas kerja yang tangguh sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat luas.
Kerja sama ini diharapkan menciptakan simbiosis mutualisme, di mana mahasiswa mendapatkan ruang praktik yang kondusif, sementara media lokal memperoleh suntikan kreativitas segar untuk memproduksi informasi yang edukatif.












