Pacitanku.com, TULAKAN – Masa libur sekolah dimanfaatkan secara produktif oleh generasi muda di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Pada Jumat (26/12/2025), Karang Taruna desa setempat menggelar pelatihan public speaking yang berlokasi di Balai Desa Jatigunung.
Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ini merupakan wujud kolaborasi antara Karang Taruna dan Pemerintah Desa untuk membangun mental percaya diri sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan desa.
Hardian, perwakilan panitia penyelenggara, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mengarahkan anak muda pada kegiatan positif di tengah masyarakat.
Ia menyoroti fenomena saat ini di mana banyak generasi muda yang mulai kehilangan kepedulian terhadap pentingnya jiwa kepemimpinan, padahal kemampuan berbicara di depan publik merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan SDM di tingkat lokal.
“Ini adalah momentum. Libur sekolah menjadi kesempatan bagi kita untuk tetap produktif melalui kegiatan positif. Melihat fenomena hari ini, generasi muda cenderung kurang peduli akan jiwa kepemimpinan. Padahal, public speaking adalah bagian penting dalam pembangunan SDM di lingkungan desa,”kata Hardian.
Meskipun kuota peserta dibatasi hanya untuk 50 orang guna menjaga efektivitas penyampaian materi, antusiasme pemuda Jatigunung tergolong tinggi.
Hal ini terlihat dari terpenuhinya kuota pendaftaran dan suasana pelatihan yang berlangsung khidmat dari awal hingga akhir acara.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, panitia menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten.
Narasumber pertama adalah Bambang Slamet Riyadi, Ketua Sekar Kridha Utama Pacitan, sosok yang sudah malang melintang dan dikenal luas berkat rekam jejak panjangnya di dunia public speaking.
Narasumber kedua adalah Ellys Puspita Sari, seorang presenter dari stasiun televisi JTV.
Menurut Hardian, kehadiran Ellys sebagai talenta muda Pacitan memberikan pendekatan yang sangat relevan bagi audiens yang mayoritas adalah generasi milenial.
Materi pelatihan difokuskan pada dua aspek krusial, yakni penguatan mental percaya diri dan teknik teknis berbicara di depan umum.
Para peserta dibekali dengan strategi penguasaan panggung, teknik improvisasi, hingga praktik langsung melalui metode mix yang menggabungkan teori dan simulasi.
Tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, panitia telah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai program mentoring pasca-pelatihan untuk memastikan ilmu yang didapat para peserta benar-benar terasah.
“Besar harapan kami, kegiatan ini memiliki kebermanfaatan dan berdampak baik untuk lingkungan sekitar di masa yang akan datang,”pungkas Hadian.












