Pacitanku.com, PACITAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, memastikan tidak ada kenaikan tunjangan bagi anggota DPRD Pacitan di tengah isu nasional yang sensitif.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, di depan Gedung DPRD.
Aksi ini menyoroti sejumlah isu dan persoalan di Pacitan, salah satunya besaran tunjangan anggota DPRD Pacitan yang dianggap terlalu tinggi, berkisar antara Rp9,3 juta hingga Rp19,3 juta per anggota.
Dalam dialog dengan para demonstran, Arif Setia Budi yang akrab disapa ASB mengakui isu kenaikan tunjangan DPRD merupakan hal sensitif. Ia mengaitkannya dengan viralnya isu serupa di tingkat nasional.
“Pertama, ini efek nasional yang kemarin joget-joget itu. Karena tidak prihatin juga, malah tambah di sana kan,”ujarnya, merujuk pada isu kenaikan tunjangan DPR RI.
ASB juga menekankan bahwa tunjangan anggota DPRD Pacitan tergolong yang terendah jika dibandingkan dengan 38 kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.
Ia secara tegas membantah adanya kenaikan tunjangan selama ini.
“Kami tidak pernah menaikkan gaji dan tunjangan DPRD. Tidak pernah. Di DPRD, ya, tidak ada yang naik,” katanya.
Saat ditanya kapan terakhir kali tunjangan naik, Arif mengaku tidak mengetahui secara pasti karena ia baru menjabat satu periode.
“Saya belum pernah naik selama saya menjabat menjadi anggota DPRD. Kalau tahunnya enggak tahu tahun berapa yang pernah naik itu,”ucapnya.
Ketika salah satu peserta aksi menyebutkan kenaikan tunjangan terjadi pada tahun 2021, Arif menjawab dengan hati-hati.
“Iya sih, tapi kayaknya saya kurang begitu mengecek, ya. Saya kurang mengecek, mohon maaf. Saya kurang begitu mengecek. Benar, benar, benar. Tapi kami juga begitu mengecek, kenaikannya cepat,”tuturnya.
Seusai aksi, kepada awak media, Arif Setia Budi kembali menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bahwa besaran tunjangan DPRD akan selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
ASB mengaku tidak akan mengikuti jejak kenaikan tunjangan yang menjadi polemik di tingkat nasional.
“Kami tidak bisa berjanji, tapi kami sesuaikan tentang situasi dan kondisi. Tapi pada prinsipnya, kami juga tidak akan menaikkan tunjangan DPRD yang sekarang lagi viral atau ramai di DPR RI. Kemudian nanti DPRD, DPRD juga ikut menaikkan, kami dipastikan di Kabupaten Pacitan tidak akan menaikkan persoalan tunjangan anggota DPRD di Kabupaten Pacitan,”pungkasnya.











