Bupati Paparkan Upaya Pacitan Kurangi Risiko Bencana di Forum Global PRB

oleh -Dibaca 583 kali
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mendapatkan kehormatan menjadi pembicara dalam Forum Global Pengurangan Resiko Bencana atau the 7th Global Platform For Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mendapatkan kehormatan menjadi pembicara dalam Forum Global Pengurangan Resiko Bencana atau the 7th Global Platform For Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali.

Forum Internasional yang melakukan pembahasan dan diskusi terkait langkah antisipasi, pengurangan risiko, dan solusi penanganan bencana dalam skala dunia.tersebut dibuka langsung Presiden RI Joko Widodo secara Hybrid dari Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Rabu (25/05/2022).

Dalam forum tersebut Bupati Indrata Nur Bayuaji diminta memperkenalkan upaya-upaya yang dilakukan dibawah kepemimpinannya untuk membangun ketangguhan, menggerakkan beragam sumberdaya dan pemangku kepentingan dalam visi jangka panjang.

“Sebagai salah satu kota yang terletak di Indonesia, yaitu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, Kabupaten Pacitan memiliki berbagai risiko bencana,”kata Bupati mengawali pemaparanya, mengutip siaran pers Prokopim Pacitan.

Menurutnya, dari hasil kajian LIPI menemukan jejak tsunami tua di sepanjang pantai selatan jawa, termasuk Pacitan. Jejak tsunami ratusan tahun lalu tersebut menunjukkan keberulangan kejadian tsunami di masa lalu dan menyingkap bukti tentang kerentanan zona pesisir Pacitan.

“Pacitan memiliki 70 km pesisir, yang menyajikan keindahan Pantai. Akan tetapi pesisir kami berada pada jalur lempeng dunia yang meningkatkan risiko gempa bumi dan tsunami. Kondisi ini menyebabkan puluhan desa berpotensi terdampak langsung dan tidak langsung,”imbuh Bupati.

Merespon potensi serta risiko tersebut Pemkab telah melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai unsur. Melakukan mitigasi risiko bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta mendorong semua Dinas sadar atas isu perubahan iklim dan menjadikannya sebagai dasar dalam penyusunan rencana.

“Kami telah membentuk forum pengurangan risiko bencana dengan jejaring 45 komunitas yang telah membantu dari pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana,”pungkasnya.