Kurangi Risiko Bencana, Masyarakat Pacitan Diharapkan Gencarkan Menanam Tanaman Produktif

oleh -Dibaca 424 kali
Kepala Cabang Pacitan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Wardoyo saat membagikan bibit ke masyarakat pada Jumat (19/11/2021). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Cabang Pacitan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Wardoyo mengajak masyarakat Pacitan untuk menggalakkan untuk menanam tanaman produktif untuk mengurangi risiko bencana alam.

Hal itu diungkapkan Wardoyo usai melakukan kegiatan penanaman pohon Bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada Jumat (19/11/2021) di Bukit Sido Wayah, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan.

“Hari ini kita bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo melakukan kegiatan penghijauan, dimana kondisi di Pacitan itu, sebanyak 97 persen adalah hutan rakyat, 3 persen hutan negara, sehingga kebijakan itu ada di pemilik lahan, artinya kita mengimbau masyarakat untuk mengupayakan bagaimana hutan tetap terjaga,”jelasnya.

Lebih lanjut, Wardoyo mengatakan dengan hutan terjaga, maka akan bisa mengurangi terhadap risiko bencana di pacitan, utamanya banjir dan tanah longsor yang kerapkali terjadi di Pacitan.

“kami mengimbau bagaimana hutan itu tetap terjaga, jangan sampai kabupaten Pacitan yang notabene 85 persen kondisinya berbukit dan bergunung yang rawan terhadap longsor dan banjir, kita berupaya bagaimana ini bisa menanggulangi bencana dengan penanaman dengan tanaman produktif,”papar Wardoyo.

Dalam kegiatan penanaman tanaman produktif itu, Wardoyo mengatakan Pacitan mendapatkan jatah bibit tanaman produktif cukup banyak BPDASHL Solo dalam rangka menyukseskan penghijauan hutan atau reboisasi.

“Ini di bukit Sidowayah diawali kegiatan penanaman dengan Mas Aji menanam tanaman produktif sebanyak 15700 batang daari BPDASHL Solo dalam rangka menghijaukan Desa Semanten,”kata dia.

Dari data tahun 2021, Wardoyo mengatakan pada tahun 2021 BPDHASL Solo sudah memberikan 400 ribu untuk Pacitan saja.

“Padahal BPDASHL Solo bisa memproduksi 1,3 juta batang, inipun masyarakat masih ada yang meminta, kami berharap kerjasama yang dengan BPDASHL selalu terjalin dengan baik,”jelas dia.

Disinggung tentang lahan kritis di Pacitan, Wardoyo mengatakan masih ada kurang lebih 41 ribu hektar lahan dan hutan yang kondisinya butuh perhatian.

Namun demikian, Wardoyo memastikan, secara umum kondisi hutan Pacitan sangat baik dengan cakupan hutan tutupan mencapai 63 persen.

Pewarta: Sulthan Shalahuddin
Editor: Dwi Purnawan