Dampak Banjir-Longsor Kebonagung: Satu Rumah Warga Rusak, Sejumlah Jalan Belum Bisa Diakses

oleh -13142 views
Jembatan Banjarjo-Punjung yang putus dan membuat akses warga setempat terhambat. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pacitan, khususnya Kecamatan Kebonagung pada Ahad (15/11/2020) kemarin menyebabkan sejumlah kejadian bencana alam terjadi di Pacitan.

Berdasarkan pantauan, setidaknya enam desa terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut. Di Desa Gembuk, tanah longsor mengakibatkan rumah satu warga, yakni Suranto rusak parah diterjang material longsor. Sementara, satu kendaraan rusak terkena longsor belum dievakuasi.

Akibat tanah longsor itu, sebanyak 8 keluarga (KK) diungsikan pada Ahad malam di balai desa Gembuk dan rumah saudaranya untuk mengantisipasi adanya kejadian tanah longsor. Masih di wilayah Desa Gembuk, jalan raya menuju Gembuk Ketro tertutup, longsor tidak bisa dilalui kendaraan.

Selanjutnya, di wilayah Desa Kebonagung, juga terjadi banjir yang menggenangi Puskesmas, rumah warga dan persawahan. Saat berita ini ditulis, kondisi banjir sudah surut serta tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian masih dalam proses pelaporan.

Di Desa Banjarjo Kebonagung, juga terjadi banjir yang menggenangi rumah dan persawahan serta satu jembatan yang menghubungkan Banjarjo-Punjung putus, sehingga akses warga Desa Banjarjo terputus.

Kemudian di wilayah Desa Karangnongko, ada tanah longsor yang menutup akses jalan Karangnongko Purwoasri. Tidak ada korban jiwa dan perlu bantuan alat berat untuk membuka akses jalan yang terkena longsor.

Selanjutnya di Desa Sidomulyo, Kebonagung, tanah longsor menutup menutup akses jalan di Dusun Jambu Desa Sidomulyo serta satu rumah terkena dampak tanah longsor. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun perlu bantuan alat berat untuk membuka akses jalan.

Kemudian di Desa Purwoasri, Kebonagung, banjir akibat luapan air sungai juga menggenangi sejumlah rumah warga dan persawahan. Dimana kondisi air pada Senin pagi dilaporkan sudah surut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo saat dihubungi Pacitanku.com, Ahad sore mengatakan bencana alamitu salah satunya dikarenakan akibat pendangkalan sungai.

“Sehingga (air) melimpah ke jalan raya, maka debit air cukup tinggi, luapan air akibat pendangkalan sungai terjadi di jalan Tulakan-Ngadirojo via Kebonagung,”ujarnya.

Didik juga menghimbau warga meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana alam di Pacitan.“Untuk himbauan kewaspadaan masyarakat ditingkatkan. Di lapangan, masyarakat sudah sangat merespon di lapangan, sudah tanggap dengan apa yang terjadi,”pungkasnya.

Peristiwa meluapnya sungai pada Ahad sore itu terjadi di Sungai Jelok (Orde 2) dan Sungai Banjarjo, Sungai Gunungcilik, Sungai Jambon dan Sungai Sampang (Orde 3) dimana ke-5 sungai itu merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu.

Selain curah hujan yang tinggi di hulu sungai Grindulu, penyebab banjir itu juga diduga karena adanya luapan melampaui tanggul dan parapet sungai jelok di Desa Sukoharjo, Desa kayen, dan Desa Purwoasri, sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampung debit banjir. Penyebab lain juga dikarenakan terjadi pendangkalan atau sedimentasi.

Kemudian, adanya backwater dari sungai orde 3 yang tidak bisa masuk ke sungai jelok dan beberapa pintu air tidak berfungsi dengan baik (rusak) di Desa Banjarjo dan Desa Purwoasri Kebonagung serta Desa Kayen Pacitan juga turut menjadi penyebab peristiwa itu.

Pewarta: Putro Primanto
Editor:Dwi Purnawan

Video Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Titik di Kebonagung Diterjang Longsor dan Banjir