Gugus Tugas Lakukan Tracing dan Rapid Test Massal di Pacitan

oleh -13350 views
Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Dwi Purnawan)

Pacitanku.com, PACITAN – Gugus Tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) kabupaten Pacitan melakukan langkah tracing dan rapid test massal di dua desa di Pacitan, dimana dua desa tersebut terdapat pasien positif COVID-19.

Diketahui, dua pasien positif COVID-19 tersebut berasal dari dua klaster, yakni pasien di Kecamatan Pacitan berasal dari klaster Temboro dan transmisi lokal di Sudimoro.

“Hari ini tim gugus tugas melakukan tracing dan rapid tes masssal, ada di Kecamatan Sudimoro dan satunya di Kecamatan Pacitan,”kata juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Selasa (30/6/2020).

Di Kecamatan Pacitan, didapatkan informasi dari tracing menyebutkan pasien positif COVID-19 nomor 20 Pacitan sebelumnya pernah memiliki kontak erat dengan orang lain dengan jumlah banyak.

Sehingga, pada Selasa, gugus tugas pun melakukan rapid test massal kepada puluhan warga di kecamatan Pacitan.

Baca juga: Tidak Menutup Kemungkinan Pacitan akan Melakukan Rapid Test Massal

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, pada Sabtu (27/6/2020) lalu, ada penambahan tiga pasien positif baru di Pacitan. Dua diantaranya masing-masing adalah warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, dan Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo. Keduanya diketahui mempunyai riwayat perjalanan dari Surabaya.

Sementara satu pasien positif COVID-19 lainnya yang diumumkan gugus tugas pada Sabtu malam lalu berasal dari Desa Sumberrejo, Sudimoro, yang diduga ada kaitan atau penularan COVID-19  dari pasien ke-19 yang sudah meninggal dunia pekan lalu.

Di Pacitan sendiri, setidaknya ada beberapa riwayat pasien positif COVID-19. Dimana pasien nomor 1 sampai nomor 5 berasal dari klaster pendampingan haji Sukolilo.

Kemudian pasien nomor 6 sampai 17 serta nomor 20 berasal dari klaster Temboro. Selanjutnya pasien nomor 18 dan nomor 23 merupakan imported case dari Kota Surabaya.

Selanjutnya pasien nomor 19 masih ditelusuri asal penularannya. Sedangkan pasien nomor 21 dan nomor 24 merupakan transmisi lokal yang diduga terular dari pasien nomor 19.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan