Masyarakat Pacitan Terus Lakukan Disinfeksi Mandiri Cegah COVID-19

oleh -278 views
Di Kecamatan Pringkuku, warga Tamanasri, sejumlah warga di Dusun Krajan, Desa Tamanasri, Pringkuku juga melakukan aksi disinfeksi. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah elemen masyarakat di Pacitan terus melakukan aksi pencegahan terhadap merebaknya coronavirus disease 2019 (COVID-19). Selain kegiatan physical distancing, kegiatan disinfeksi dengan penyemprotan disinfektan terus digiatkan sejumlah elemen masyarakat.

Baca juga: Dinilai Lebih Hemat dan Efektif, Warga Ploso Bikin Disinfektan Alami Cegah COVID-19

Di Kecamatan Pringkuku, warga Tamanasri, sejumlah warga di Dusun Krajan, Desa Tamanasri, Pringkuku juga melakukan aksi disinfeksi tersebut pada Ahad (29/3/2020).

“Pemuda Tim COVID-19, Krajan Tamanasri mengadakan kegiatan Disinfeksi Covid-19 di wilayah lingkungannya, kegiatan ini merupakan inisiatif warga masyarakat setempat untuk meminimalisir penyebaran COVID-19,”kata Arip Sutikno, salah satu relawan disinfeksi, kepada Pacitanku.com.

Arip mengatakan, pihaknya menerjunkan 20 orang yang dibagi ke sejumlah titik penyemprotan, yakni rumah warga, Pos kamling, masjid, dan tempat kumpul.

“Selain Masjid, penyemprotan juga dilakukan di beberapa rumah warga dan pos kamling,”ujarnya.

Di tempat lain, kegiatan disinfeksi juga dilakukan, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Sanggrahan Kecamatan Kebonagung.

Kegiatan disinfeksi dilakukan di Dusun Krajan, Desa Sanggrahan Kecamatan Kebonagung

Kukuh Riza Prayoga, salah satu relawan dalam kegiatan disinfeksi yang dilakukan pada Ahad (29/3/2020) mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi oleh karang taruna “Nomman Krajan”  Dusun Krajan Desa Sanggrahan Kebonagung.

“Penyemprotan ini fokus ke pemukiman warga dan tempat-tempat umum,”kata Kukuh yang juga Ketua Karang Taruna setempat.

Disinfeksi menjadi harapan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran infeksi COVID-19, setelah upaya physical distancing atau pembatasan jarak. Disinfeksi yang merupakan proses dekontaminasi untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati ini sangat diandalkan oleh masyarakat.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan