Gagang Pintu Disebut Rentan Jadi Media Penularan COVID-19

oleh -167 views

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerhati lingkungan di Kabupaten Pacitan, Sukatno kembali urun rembuk soal pencegahan coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Salah satunya adalah terkait gagang pintu, seperti contohnya gagang pintu toko modern.

Sukatno memberikan wacana agar bagaimana toko-toko modern yang selama ini selalu memiliki pintu tertutup, bisa dijamin steril dari sebaran COVID-19.

Menurut Sukatno, dengan pintu tertutup tentu setiap saat, ketika ada pembeli yang datang pasti akan memegang handle atau gagang pintu untuk membuka dan menutup kembali.

“Sementara kita kan tidak tahu, apakah pembeli tersebut steril dari COVID-19 ataukah tidak,” kata Sukatno, Ahad (29/3/2020) di Pacitan.

Sukatno berharap untuk meminimalisir terjadinya penularan COVID-19 , setidaknya harus dilakukan sterilisasi handle pintu. Utamanya di toko-toko modern. “Entah bagaimana caranya, itu satuan tugas yang lebih paham,” jelasnya.

Sebagai informasi, Profesor Gunter Kampf, penulis utama dalam penelitian di RS Universitas Greifswald Jerman, seperti dikutip dari Mirror beberapa waktu lalu menyebutkan fasilitas umum menjadi salah satu tempat yang mempercepat dan mempermudah penularan COVID-19, salah satunya gagang atau pegangan pintu.

Menurut para ahli di RS Universitas Greifswald Jerman, biasanya flu bertahan hidup di permukaan yang keras atau benda mati lalu menginfeksi orang hidup selama 24 hingga 48 jam. Tetapi, COVID-19 yang mengontaminasi benda mati bisa bertahan hidup selama 9 hari untuk menularkannya ke orang hidup. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hospital Infection.

Profesor Kampt juga menjelaskan analisis dari 22 studi mengungkapkan bahwa COVID-19 ini mirip dengan kasus SARS, MERS dan virus corona endemik (HcOv). Karena virus terbaru ini bisa bertahan hidup di benda mati, seperti logam, kaca atau plastik selama 9 hari.

Profesor Eike Steinmann, kepala Departemen Molekul dan Virologi Medis di Ruhr-University Bochum, pun mencari tahu fakta ini dan cara mengatasinya. Hasilnya menunjukkan disinfektan dan pemutih yang mengandung etanol, hidrogen peroksida atau natrium hipoklorit paling efektif mencegah penularan virus corona melalui benda mati di tempat umum.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan