Kadiskominfo Pacitan Sampaikan Hasil Rakor Penanganan Covid-19

oleh -13239 views

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Komunitas dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pacitan, Rachmad Dwiyanto, sampaikan
hasil rapat penanganan Covid-19 yang dilaksanakan di Gedung BNPB tanggal 10 Maret 2020.

Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala BNPB dan dihadiri oleh para deputi dari Kementerian/Lembaga terkait, Kantor Staf Presiden, Asops Panglima TNI, Asops Kapolri, BIN, Staf Khusus Menteri BUMN, Direksi PAP I dan II, Pelindo I sampai dengan IV dan jajaran Deputi BNPB.

Menurut Rachmad, Kepala BNPB menyampaikan, bahwa rapat ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI pada rapat internal penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) tanggal 10 Maret 2020 di Istana Bogor, yang menugaskan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk segera melakukan koordinasi penanganan Covid-19, guna meningkatkan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia dari potensi ancaman dan dampak penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

“Mengingat dampak Covid-19 sudah terus meluas ke berbagai negara, maka Presiden akan menetapkan Kepres secepatnya sebagai upaya mitigasi dan pencegahan, bahwa ancaman Covid-19 sebagai bencana. Penetapan sebagai bencana karena Covid-19 telah mengancam dan mengganggu aktivitas kehidupan dan penghidupan masyarakat, mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan harta benda, dan dampak psikologis. Dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai Bencana, maka penanganannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, termasuk peran tokoh-tokoh dan pemuka agama dalam rangka melakukan sosialisasi kepada masyarakat/ummat,” kata Rachmad memetikan imbauan Kepala BNPB, Sabtu (14/3).

Cepat atau lambat, lanjut dia, Indonesia akan kena dampak Covid-19 bila tidak segera dilakukan langkah antisipasi yang tepat dan terencana, karena faktanya negara maju sekalipun tidak siap menghadapi bencana Covid-19.

Contohnya Italia, saat ini semua provinsi telah dinyatakan mengalami pandemi (wabah yang berjangkit di seluruh provinsi), sehingga Italia saat ini tertutup untuk masuk maupun keluar dari negara tersebut.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin penangkal Covid-19, sehingga yang diperlukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa bertahan dari Covid-19 dengan cara makan yang bergizi, pola hidup sehat, dan olah raga setiap hari agar tubuh selalu sehat.

Berdasarkan data dan fakta yang ada, korban Covid-19 yang tidak terselamatkan umumnya pada kelompok usia 50-70 tahun. “Untuk itu kepada kelompok usia tersebut agar mengurangi aktivitas di luar rumah,” pesannya.

BUMN sebagai tulang punggung kegiatan penanggulangan bencana dimohon keterlibatan secara penuh, baik melalui pencegahan melalui pelabuhan udara maupun laut yang dikuasai BUMN maupun dalam rangka penyediaan logistik (masker maupun obat-obatan) yang bisa disiapkan oleh perusahaan-perusahaan miliki BUMN.

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan, pada medio Desember 2019, telah terjadi penularan penyakit secara masif yang terjadi di Wuhan, China. Dunia merespon, WHO mengingatkan seluruh dunia bahwa ada potensi penyebaran penyakit dari orang ke orang dan teridentifikasi sebagai virus corona, yang selanjutnya disebut Corona Virus Disease (Covid-19).

Sebelumnya pada tahun 2002 masyarakat mengenal virus SARS, dengan tingkat kematian 13%, dan pada tahun 2011 dengan virus MERS yang inangnya onta, dengan tingkat kematian 30-40%. Sedangkan Covid-19 tingkat kematian sebesar 15%. Semua virus tersebut, baik Covid-19, SARS, maupun MERS berasal dari China.

Terjadi pola virulensi, dengan ditandai semakin panjangnya masa inkubasi Covid-19 yang semula adalah 14, hari, namun saat ini sudah lebih dari 14 hari. “Ada kasus di beberapa negara, masa inkubasi Covid-19 telah mengalami perubahan bervariasi, ada yang 15 hari dan 20 hari. Ditemukan kasus pasien warga Amerika yang pada hari ke-14 dinyatakan negatif, ternyata setelah pulang ke negaranya, pada hari ke-20 dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Tingkat penyebaran Covid-19 di China saat ini telah mengalami penurunan drastis dari sebelumnya mencapai hingga 1000/hari yang terinfeksi, sekarang sudah turun menjadi 100 orang/hari. Penyebaran lebih luas justru terjadi di luar wilayah China, yaitu di Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Itali. Covid-19 bahkan telah menyerang para pejabat tinggi di negara tersebut.

Keberadaan Covid-19 saat ini sudah tidak bisa termonitor dengan Thermal Scanner, karena gejala Covid-19 saat ini tidak selalu menunjukkan gejala demam yang tinggi, sehingga sulit terdeteksi. Semua negara hampir mengalami adanya kasus baru penderita Covid-19 dengan gejala minimal atau tanpa gejala.

“Untuk kluster Jakarta, saat ini ditemukan 19 kasus pasien yang positif terinfeksi Covid-19, ada WNI dan warga asing. Penyebabnya dimulai dari club dansa, sumbernya dari warga asing. Pasien No. 2 merawat, lalu menjadi positif dan seterusnya,” tutur Rachmad.

Potensi yang dihadapi Indonesia, ada 57 WNI di kapal Diamond Princes yang di dalam kapal terdeteksi 12 orang terpapar Covid-19. Meski Covid-19 sangat membahayakan, namun warga masyarakat hendaknya tidak panik, karena Covid-19 dapat ditangani dan disembuhkan.

Penanganan Covid-19 perlu bahasa agama untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat. Masjid Istiqlal telah menetapkan 16 SOP untuk antisipasi Covid-19. Saat ini semua karpet masjid Istiqlal telah dibuka dan diangkat untuk dibersihkan guna dilakukan sanitasi.

Di beberapa tempat disiapkan sabun antiseptik untuk cuci tangan dan mike-mike dibersihkan dengan obat disinfektan. Seluruh toilet dikontrol dan dibersihkan dengan disinfektan setiap hari. “Mukena setelah dipakai sekali diminta diletakkan di lantai untuk selanjutnya dicuci. Tradisi salaman di masjid sudah disosialisasikan, untuk sementara agar ditiadakan kegiatan salaman,” jelas Rachmad memetikan imbauan dari Prof. Nazaruddin Umar/Imam Besar Masjid Istiqlal.

Kegiatan shalat tarawih akan dibatasi dan menganjurkan agar shalat tarawih di rumah masing-masing untuk menghindari kontak antar orang. Petugas pembuka celengan masjid dilengkapi dengan masker dan sarung tangan. “Kepada orang yang sedang flu dan batuk-batuk dianjurkan untuk tidak ke masjid. Untuk sementara kegiatan tabligh akbar yang melibatkan manusia hingga ribuan orang ditiadakan. Kegiatan i’tikaf di masjid untuk sementara kemungkinan akan ditiadakan juga,” sambungnya.

Dalam kondisi ekstrem, kegiatan sholat Idul Fitri yang hukumnya sunah akan dibatasi, karena menolak kemudharatan lebih utama daripada mencari manfaat. “Melakukan sosialisasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan olah raga, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Seluruh organisasi Islam harus terlibat bersama dalam rangka penanganan Covid-19. Kegiatan umrah disarankan tidak perlu diberangkatkan tahun ini, bila hal tersebut akan membawa mudharat,” tandasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan