Pemkab Pacitan Belum Tentukan Sikap Seiring Penetapan KLB COVID-19 di Solo

oleh -13416 views

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan belum mengambil sikap seiring penetapan kejadian luar biasa (KLB) coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kota Surakarta, Jawa Tengah pada Jumat (13/3/2020) malam.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, mengatakan masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan juga Wakil Bupati, untuk membahas persoalan tersebut. Sebab saat ini Bupati Pacitan Indartato masih menjalani perawatan di DI Yogyakarta, lantaran sakit demam berdarah dengue (DBD).

“Kita harus satu persepsi dan satu bahasa. Untuk itu waktu dekat ini akan kita gelar rapat koordinasi membahas masalah tersebut,” ujar Heru saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (14/3/2020).

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka mengimbau agar masyarakat Pacitan sementara waktu bisa membatasi kunjungan ke Solo. “Kalau tidak penting lebih baik nggak usah ke Solo dulu,” tutur Hendra yang saat itu tengah perjalanan menuju Surabaya.

Namun apabila terpaksa harus bepergian ke Solo, Hendra mengimbau agar menghindari tempat-tempat konsentrasi massa.

“Kalau misalnya pergi ke mall-mall sebaiknya jangan asal pegang sesuatu. Dan kalaupun bertemu dengan kerabat, jangan berlebih untuk bersalaman, cium tangan atau berpelukan,” pesannya.

Hendra juga meminta agar pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digalakkan. “Segera cuci tangan memakai sabun dan dibilas dengan air mengalir. Lain itu hindari memegang mulut, hidung dan mata ketika tangan kotor,” tegasnya.

Sebagai informasi, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, telah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) COVID-19, Jumat (13/3) malam. Itu menyusul satu pasien positif terinfeksi covid-19 dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Moewardi.

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta meliburkan sekolah-sekolah serta menutup sejumlah obyek wisata sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan