Pemkab Pacitan Upayakan Tanggulangi Keterbatasan Guru SLB

oleh
Pemkab Pacitan merayakan hari disabilitas nasional. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya untuk menanggulangi persoalan keterbatasan tenaga guru untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pacitan. Salah satu yang diupayakan adalah kerja sama dengan Univesitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Alhamdulillah kita sudah mengaktifkan kerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya untuk mendidik guru-guru bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus,” kata Bupati Indartato saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di pendapa kabupaten, Senin (10/12/2018), seperti dalam siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Indartato mengatakan upaya itu ditempuh guna menutupikebutuhan tenaga pendidik penyandang disabilitas. Khususnya pada sekolah-sekolah dasar yang memiliki siswa dengan kategori tersebut.

Terlebih daerah juga telah memberlakukan peraturan bupati nomor 38 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Sehingga pendidikan untuk semua (PUS) dapat terlaksana.

Tidak itu saja, dukungan terhadap kaum berkebutuhan khusus juga diwujudkan secara fisik. Yakni dilengkapinya sarana umum maupun pelayanan publik yang ramah terhadap mereka. Seperti yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pendapa kabupaten, Dinas Pendidikan, maupun Dinas PenanamanModal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

 “Kami juga mengupayakan penambahan anggaran melalui pihak DPRD, bagaimana tahun depan, minimal PAK nanti, dengan seizin ketua dan wakil ketua DPRD, kita dapat memperhatikan anak-anak ini (penyandang disabilitas) secara lebih,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Peringatan Hari DisabilitasInternasional Toto Handoyo menyampaikan, pada peringatan tahun ini, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berkreasi dan berkarya dibidang seni maupun ketrampilan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kaum disabilitasjuga mampu dan bisa untuk berkarya seperti lainnya,” ucap dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka yang berkebutuhan khusus telah mengukir prestasi di tingkatprovinsi dan nasional. Diantaranya, Dian Pratiwi, penderita hambatan penglihatan. Mewakili Jatim pada FSLN tingkat nasional di Bangka Belitung pada lomba seni membaca Al Quran.

Selain itu juga ada Mahmud Nur Hakim untuk lomba desaingrafis pada ajang yang sama. Terakhir adalah nama Vito Fibi Febriantama. Juara FSLN provinsi cabang tenis meja. Selanjutnya penderita gangguan pendengaran ini akan menuju Papua untuk berlaga pada level nasional.

Pada kesempatan itu pula perwakilan penyandang difabilitas membacakan aspirasi berisi harapan agar momentum peringatan internasional dapat memberikan kemudahan terhadap disabilitas dengan mewujudkan hak-hak. (Humas)