Saat “Jizo Ongakudan” Jepang Belajar Budaya Jawa dari Wayang Beber Pacitan

oleh -131.238 views
WBS saat tampil di Tokyo, Jepang. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kesenian Wayang Beber Pacitan rupanya menarik minat “Jizo Ongakudan”, sebuah organisasi pergerakan budaya dan sosial yang berada di Tokyo Jepang untuk belajar budaya.

Melalui Wayang Beber Sakabendino (WBS) mereka menggali informasi wayang beber dan spirit panji atau ideologi orang Jawa yang di nilai tidak terpengaruh monopoli India dengan berideologi Ramayana dan Mahabarata.

Baca juga: Angkat Wayang Beber Pacitan, Lina Juara 1 Lomba Guru Berprestasi

“Ternyata mereka sangat kagum terhadap sikap orang Jawa dan budaya kita,” kata Abunawas Wicaksono atau Ganjar Ketua WBS sekaligus Dalang Wayang Beber Kontemporer saat berbincang dengan Diskominfo Pacitan, sebagaimana dikutip laman Pemkab Pacitan, Kamis (25/10/2018).

Ketertarikan mereka membawa Ganjar dan sahabatnya Eka Putra untuk datang memenuhi undangan Jizo Ongakudan untuk membahas wayang Beber dan sikap serta karakter masyarakat Jawa.

Kepada organisasi dengan ratusan anggota itu Ganjar juga mengenalkan kondisi seni budaya Indonesia, yang beraneka ragam namun dapat bersatu dan berdampingan antar kesenian hingga pemangku kebijakan. “Utamanya lebih pada cara kami dalam berbudaya sehingga kami diterima,”imbuhnya.

Di Jepang, seni budaya menjadi sektor vital yang tersudut karena kebijakan pemerintah, berbagai regulasi memaksa masyarakat tidak mampu mengekspresikannya. Itu mengakibatkan seniman jepang memiliki hubungan buruk dengan pemerintah khususnya polisi.

“Langsung kami contohkan bagaimana berseni, sehingga masyarakat di sana mengerti bahwa seni itu indah,” kata Dia.

Pada organisasi yang beranggotakan mulai dari dosen hingga profesor itu, Ganjar juga menjawab berbagai pertanyaan tentang pengalamannya dalam berseni yang mempunyai unsur nilai.

Serta cara agar seni dan budaya tetap terjaga, kesenian tidak hanya menghibur tapi dapat diterima dan mempunyai pesan positif yang membangun.

Kemudian, tindak lanjut Jizo Ongakudan usai kegiatan sepuluh hari itu akan dilanjutkan dengan Workshop selama tiga bulan.

Dengan agenda meneruskan pembahasan pergerakan seni budaya serta pertunjukan wayang beber yang ternyata sangat diminati masyarakat Jepang.

Rencana yang akan terealisasi tahun depan itu juga dilirik perusahaan fotografi raksasa dunia untuk mengemas kegiatan tersebut menjadi buku berfoto. (RAPP002/Diskominfo)