Semarak Hari Santri di Pacitan: Dari Brojo Geni Hingga Pawai Ta’aruf

oleh -132.033 views
BUpati Pacitan saat membuka sepakbola api brojogeni. (Foto: Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018 di Pacitan berlangsung sangat semarak. Dimulai dari sepakbola api “Brojo Geni” hingga pawai taaruf yang digelar pada Senin (22/10/2018) lalu di alun-alun Pacitan.

Kegiatan Brojo Geni ke-4  dilaksanakan di Alun-alun Pacitan pada Jumat (19/10/2018). Brojo Geni adalah sebuah tradisi populer dilingkungan pondok pesantren yang umumnya berada di Pulau Jawa.

Bola yang digunakan untuk bermain adalah kelapa tua yang direndam dengan minyak tanah lalu dibakar.

 Muhammad Nurul Huda sebagai Ketua Panitia HSN menuturkan bahwa tidak semua santri dapat bermain sepak bola api. “Mereka sebelumnya harus melakukan riyadhoh dahulu,”kata dia dikutip laman Pemkab Pacitan.

Nurul Huda mengatakan  empat tahun lalu permainan ini dikenalkan pada masyarakat umum, Oleh organisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Dengan tujuan masyarakat mengerti makna dari Brojo Geni tersebut. Yaitu bola api diibaratkan sebagai nafsu, sedangakan lapangan seperti dunia dan para pemain ibarat manusia yang menjalani kehidupan di dunia.

Sementara, Muhammad Munaji, Ketua GP Ansor menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah sarana untuk meminta barokah dari Alloh. Juga sebagai awal yang baik Nahdhotul Ulama (NU) dan Pemerintah Daerah untuk turut serta untuk membangun Pacitan dan Bangsa.

Selain Brojo Geni, juga digelar awai ta’aruf yang melibatkan ribuan santri mewarnai puncak HSN pada Senin (22/10). Ta’aruf dan upacara tersebut dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Pacitan.

Dalam sambutannya Bupati Indartato mengucapkan selamat kepada para santri di Pacitan yang melaksanakan Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2018 di Alun-alun Kabupaten Pacitan.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi para santri yang luar biasa, itu ditandai dengan jumlah peserta hingga sepuluh ribu peserta dari duabelas Kecamatan di Pacitan.

Bupati berharap kegiatan itu dapat menciptakan Pacitan lebih baik lagi yakni adem, ayem serta damai.

Serta pondok pesantren yang mempunyai andil besar khususnya pada pendidikan keagamaan agar terus berkembang menciptakan Santri-santri berkualitas disemua sendi kehidupan masyarakat.

Ketua PCNU Pacitan, KH Mahmud mengatakan, membela negara merupakan bagian dari jihad sehingga tercipta resolusi jihad. “Kepada semua santri agar terus semangat pantang menyerah dalam menyerukan perjuangan demi NKRI yang kita cintai,”katanya. (Diskominfo/RAPP002)