Longsor dan Tanah Gerak, Rumah Warga Sudimoro dan Kebonagung Rusak

oleh -102.562 views
Pondasi rumah warga di Kecamatan Kebonagung mengalami kerusakan akibat tanah gerak. (Foto: SRW/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Dua rumah warga Pacitan, masing-masing di Kecamatan Sudimoro dan Kecamatan Kebonagung rusak akibat peristiwa bencana alam tanah longsor yang terjadi pada Jumat (19/1/2018).

Rumah rusak tersebut masing-masing milik Mohammad Khusnul Avif (26) warga RT/RW 28/IX Dusun Godan, Desa Ketanggung Kecamatan Sudimoro dan rumah Bonatin warga RT/RW 02/III Dusun Nglaos Desa Banjarjo Kecamatan Kebonagung.

Danramil Sudimoro Kapten (inf) Priyo Sujatmiko mengatakan bencana alam tanah longsor RT/RW 28/IX Dusun Godan, Desa Ketanggung Kecamatan Sudimoro terjadi pada Jumat pukul 13.00 WIB.

Dia menuturkan bahwa tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun satu rumah warga mengalami kerusakan.

“Awalnya, telah turun hujan dengan intensitas sedang dan ringan di kawasan tersebut, hingga terjadi tanah longsor dan menyebabkan rumah milik Bapak Mohammad Khusnul Avif mengalami kerusakan krn terkena tanah longsoran dengan kerugian mencapai Rp25 juta,”katanya.

Rumah warga Sudimoro rusak akibat longsor. (Foto: SRW/Pacitanku)

Sementara, Danramil 0801/ 02 Kebonagung Kapten Inf. Agus Setiawan menuturkan bahwa longsor di wilayah Kebonagung juga mengakibatkan tanah retak dan putusnya pondasi rumah milik Bonatin (57) warga RT/RW 02/III Dusun Nglaos Desa Banjarjo Kecamatan Kebonagung.

“Awalnya terjadi hujan selama dua hari, dan pada Jumat siang, diduga tidak mampu menahan debit air serta permukaan tanah yang labil terjadi retakan sedalam satu meter yang memutuskan pondasi rumah Ibu Bonatin,”ujarnya.

Dia menyebut bahwa akibat putusnya pondasi tersebut mengakibatkan kerugian material sebesar Rp 20 juta dan membahayakan penghuni rumah jika ditempati.

“Kami menyarankan, mengingat kondisi dan keadaan Ibu bonatin sehingga perlu ditambahkan ke dalam data kerusakan rumah  akibat bencana alam di wilayah Kecamatan Kebonagung yang semula sejumlah 757 menjadi 758,”pungkasnya. (SRW/RAPP002)