1000 Tagana Dikerahkan Bersihkan Lumpur Pasca Banjir Pacitan

oleh -132.253 views
Tagana Kemensos bersihkan lumpur akibat banjir di Pacitan. (Foto: Dok Humas Kemensos)

Pacitanku.com, PACITAN – Kementerian Sosial mengerahkan 1000 Tagana dan Relawan untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pasca banjir yang melanda Pacitan 29 November 2017.

Tagana, relawan dan warga bahu membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk dirumah-rumah warga. Bahkan banyak juga ditemui bangkai-bangkai binatang yang sudah mulai membusuk.

Tim disebar di tiga titik yang menjadi daerah terparah akibat banjir. Yang pertama di Pondok Pesantren Tremas yang memiliki 15 asrama. Kemudian dua tim lainya masing-masing di Desa Ploso Kidul dan Ploso Kalor.

“Kegiatan ini merupakan suporting dari teman-teman relawan dari seluruh Indonesia bahkan dari dunia Internasional, kepada situasi yang terjadi di Pacitan” ujar Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Margowiyono, dikutip dari laman Kemensos, Jumat (8/12/2017).

Semoga suporting yang kita lakukan dibawah panji Kemensos, lanjutnya, dengan Tagana yang ada di kita dapat menjadi obat bagi Pacitan untuk segera pulih recovery nya.

Dengan Bhakti Sosial ini, masyarakat merasa sangat terbantu, menjadi semakin dekat dan mengenal Tagana.

“Terima kasih kepada Tagana yang sudah membantu membersihkan lumpur di halaman rumah saya”, ujar Agus Permadi. 35 tahun warga Ploso RT 04 RW 04 Krajan Lor Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan.

Sebelumnya saya tidak kenal Tagana, lanjut Agus, sekarang saya kenal Tagana yang bisa membantu kami korban bencana.

Salah satu Tagana yang ikut berpartisipasi dalam Bhakti Sosial ini adalah Tagana dari Kabupaten Kendal, dengan jiwa Tagana mereka rela meninggalkan keluarga untuk membantu sesama.

“Kami datang kesini untuk misi kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan”, ujar Koordinator Tagana dari Kabupaten Kendal Dadang Purwoto.

Seolah tak kenal lelah, Tagana dari Kabupaten Kendal itu baru tiba pukul 09.00 WIB langsung ke lapangan untuk bergabung dengan Tagana yang lain membantu membersihkan lumpur di rumah warga.

“Kami berangkat dari Kendal pukul delapan malan (6/12) dan tiba di Pacitan pukul sembilan pagi (7/12), kami langsung bekerja karena kami adalah Tagana” tegas Dadang dengan menunjukkan rasa bangganya menjadi anggota Tagana.