Indartato: Semoga Pacitan Bisa Cepat Bangkit Hadapi Cobaan ini

oleh -131.918 views
Bupati Indartato saat menerima sumbangan bencana dari Bank Mandiri, Kamis.

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato menyampaikan rasa optimismenya akan kebangkitan seluruh masyarakat Pacitan pasca terjadi bencana alam pada Selasa (28/11/2017) hingga Rabu (29/11/2017) lalu.

“Semoga Pacitan bisa cepat bangkit menghadapi cobaan ini, karena bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pacitan terjadi akibat hujan yang luar biasa,”katanya saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) pada Kamis (7/12/2017) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Lebih lanjut, Indartato menuturkan akibat hujan deras yang mengguyur wilayahnya tersebut, mengakibatkan bencana Banjir dan tanah longsor.

“Untuk wilayah yang terdampak banjir ada 6 kecamatan sedangkan yang terdampak Longsor ada 12 kecamatan, dalam kejadian bencana alam ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 25 orang, terdiri 6 orang akibat bencana banjir dan 19 orang akibat tertimbun longsor. Sampai saat ini seluruh korban sudah ditemukan,”jelasnya.

Dia menuturkan bahwa saat ini bantuan terus mengalir ke pengungsi melalui posko-posko yang dibentuk, baik dari pemerintah maupun dari ormas yang peduli dengan bencana alam .

Merunut data dari laman infobencana.pacitankab.go.id, sebanyak 25 korban meninggal dunia telah ditemukan, yang terdiri dari korban banjir sebanyak enam orang dan 19 korban tanah longsor.

Sementara, wilayah yang terdampak banjir sebanyak 35 desa dari 6 kecamatan, sementara wilayah yang terdampak tanah longsor adalah 12 dari 12 kecamatan, yakni Pacitan, Kebonagung, Arjosari, Tegalombo, Nawangan, Bandar, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Punung, Donorojo dan Pringkuku.

Adapun, wilayah dengan korban terbanyak adalah Kecamatan Kebonagung dengan 12 korban meninggal dunia bencana tanah longsor.

Kemudian Kecamatan Pacitan dengan 5 korban meninggal dunia akibat banjir, Tulakan dengan tiga korban meninggal dunia akibat tanah longsor, Nawangan dengan dua korban meninggal dunia akibat tanah longsor, Arjosari dengan dua korban meninggal dunia akibat tanah longsor dan Tegalombo dengan satu korban meninggal dunia akibat banjir. (RAPP002)