35 Anggota GP Ansor Pacitan Hadiri Apel Kebangsaan di Ponpes Lirboyo

oleh -101.058 views
Anggota Ansor Pacitan hadiri apel kebangsaan di Kediri. (Foto: Sarwono)
Anggota Ansor Pacitan hadiri apel kebangsaan di Kediri. (Foto: Sarwono)

Pacitanku.com, KEDIRI – Sebanyak 35 anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari Kabupaten Pacitan turut menyemarakkan apel kebangsaan dalam rangka Harlah GP Ansor, yang digelar pada Sabtu (20/5/2017) di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Rombongan Banser Pacitan dipimpin langsung Ketua GP Ansor Pacitan Mohammad Khoirul Anam dengan mengendarai tiga mobil.

Dalam sambutannya saat apel kebangsaan, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengemukakan kegiatan ini sengaja dilakukan, salah satunya untuk mengingatkan kesetiaan pada NKRI.

“Kesetiaan pada NKRI tidak bisa ditawar dengan apapun. NKRI ini didirikan salah satunya oleh para kiai, yang juga pendiri jamiah Nahdlatul Ulama,” katanya dalam apel kebangsaan, memeringati Hari Lahir ke-83 GP Ansor, Sabtu sore.




Ia mengatakan, jika saat ini ada sekelompok orang yang mencoba mengubah NKRI yang didirkan para kiai ini, yang bertekad mendirikan kilafah islamiyah sama saja dengan menginjak harga diri Indonesia. Yaqut sangat menyesalkan sikap yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin mengubah negara ini menjadi bentuk negara lain.

Untuk itu, ia pun meminta seluruh anggota GP Ansor-Banser juga ikut bertindak demi mempertahankan NKRI. Salah satu caranya, dengan lapor ke aparat. “Apapun langkah harus terukur. Tidak ada dalam sejarah banser melakukan tindakan yang melawan kelompok anti NKRI di luar koridor hukum, jadi tetap mematuhi hukum dan jika ada yang ingin mengganti lapor ke aparat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jatim KH Anwar Iskandar mengatakan GP Ansor-Banser merupakan kader masa depan yang disiapkan demi membela agama, negara dan menjadi benteng moral bangsa. “Mereka akan menjadi kekuatan untuk menjagaga agama, NKRI dan menjaga moral bangsa, agar tidak terjebak di dalam kekosongan nilai,” ujar Gus War, sapaan akrabnya.

Pengasuh PP Al-Amin Kota Kediri ini menambahkan NU sejak dulu sampai sekarang juga tetap konsisten bahwa negara ini negara bangsa, bukan negara agama dengan dasarnya Pancasila bukan yang lain. “Barangsiapa yang ingin mengganggu atau mengubah itu semua tentu NU tidak berada di sana. Jika urusan bertindak itu urusan penegak hukum dan kami hanya berada sebagai satu kekuatan untuk ‘Amar makruf nahi munkar’,” katanya.

Ia pun tidak setuju jika banser melakukan tindakan, bertindak sendiri. Jika dinilai tidak benar menurut agama, negara, ia meminta agar lapor ke aparat penegak hukum. “Tantangan saat ini ada radikalisme, liberalisme, komunisme, narkoba itu semua harus diwasapadai. Kami tidak ingin generasi muda jadi korban di masa akan datang,” ujar Gus War.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri Kapolda Jatim, juga jajaran pejabat di bawahnya, pimpinan PP GP Ansor, Wali Kota Kediri, pengasuh PP Lirboyo, Kediri, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kegiatan apel kebangsaan itu diikuti ribuan anggota GP Ansor serta Banser se-Jatim.

Kontributor: Sarwono
Editor: Dwi Purnawan