Kronologi Tergulingnya Bus Rontek yang Sebabkan Seluruh Penumpang Terluka

oleh -Dibaca 1.839 kali

Pacitanku.com, TRENGGALEK – Grup seni rontek Sawunggaling, yang merupakan grup rontek kebanggan warga Desa Menadi, Kecamatan/Kabupaten Pacitan baru saja tampil maksimal dalam agenda Jawa Timur Specta Night Carnival 2015, yang digelar di Banyuwangi, Sabtu (11/10/2015) malam kemarin.

Namun siapa sangka, usai tampil dan membawakan penampilan Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun, tragedi kecelakaan terjadi menjelang kepulangan rombongan rontek Pacitan tersebut, Minggu (15/11/2015) di jalan raya Panggul-Pacitan, di Dusun Konto, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul Trenggalek.

Bus rontek Aneka Jaya dengan nomor polisi AE 7332 LEY tersebut dikemudikan oleh Pujianto (50), warga Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan tersebut terguling ketika sampai di tikungan Desa Ngrenca Kecamatan Panggul, Bus Aneka Jaya bertabrakan dengan Spd Motor Mio, kemudian pengemudi Bus tidak bisa mengendalikan karena diduga rem blong.

Sebelumnya, laju bus mulai tidak terkendali akibat sopir gagal melakukan pengereman di jalur menurun ekstrem, dari arah Trenggalek menuju kota Kecamatan Panggul. Tak berhenti sampai disitu, bus tersebut kemudian menabrak rumah milik Sukiyat yang mengakibatkan bus terguling.

Dari pihak pengendara inilah satu korban dipastikan meninggal atas nama Rangga (5) yang saat itu tengah dibonceng ibunya, Sumi (40) yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Selain itu, sebanyak 45 orang penumpang Bus Aneka Jaya mengalami luka di kepala dan patah tulang, dengan rincian 31 orang dirawat di Puskesmas Wonocoyo dan 15 org dirawat di Puskesmas Bodag.

Selain korban jiwa dan korban luka, peristiwa ini juga menyebabkan bus tersebut mengalami kerusakan parah, sedangkan satu unit rumah milik Sukiyat mengalami rusak di bagian depan.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini 13 org dirujuk ke RSUD Pacitan. Sementara, untuk Anggota Polres Pacitan Brigadir Agus di rujuk ke Solo dengan diantar pihak keluarganya. Peristiwa laka lantas maut ini masih terus dikembangkan oleh aparat kepolisian Trenggalek. (RAPP002)