Pemerintah Siap Naikkan Harga Beli Gabah, Petani Diminta Produktif

oleh -Dibaca 1.012 kali
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)
Sejumlah pekerja memanen padi di persawahan Desa Sirnoboyo, Kebonagung, Pacitan, Jatim,( foto : berita Daerah)

Pacitanku.com, PONOROGO – Pemerintah Republik Indonesia (RI) berencana akan menaikkan harga beli beras dari petani. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Rencana tersebut disampaikan oleh Presiden Ir H Joko Widodo  usai panen raya di Dukuh Jetis, Desa Jetis Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/3/2015) siang WIB.

Pria yang juga eks Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bahwa kenaikan itu akan dilakukan dan sesuai dengan kondisi yang ada. “Akan ada perubahan harga gabah, besarnya, masih dihitung, tadi, saya tanya Pak Gubernur disarankan agar menentukan harga yang pas dicari waktu yang baik juga ” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan, rencana kenaikan harga beli gabah tersebut membuat pemerintah tidak akan melakukan impor beras. Karena itu, Presiden mengajak semua petani di tanah air agar semangat berproduksi, dan semangat memelihara areal pertanamannya.

“Saya minta ke seluruh petani untuk semangat berproduksi, memelihara nanti kalau panen produksi meningkat karena saya sudah sampaikan jangan sampai ada lagi impor beras, tapi produksi juga harus naik,” kata Presiden.

Untuk mendukung upaya tidak melakukan impor beras itu, menurut Presiden Jokowi, pemerintah akan membagikan 41.000 unit mesin traktor, termasuk 6.000 unit yang dibagikan kepada para petani di Ponorogo dan Madiun.“Semua penduduk butuh makan. Oleh sebab itu diingatkan, semangat memelihara mesin panen sehingga produksi bisa meningkat,” jelas Jokowi.

Sementara itu, terkait stok nasional, dirinya mengatakan persediaan beras nasional dalam kondisi baik. “Kemarin kita gelontorkan untuk raskin 300.000 ton untuk operasi pasar 100.000 ton. Nanti kalau pasar masih kurang gelontorkan lagi,” katanya.

Jokowi pun memastikan berapa pun stok yang dibutuhkan akan disiapkan oleh Pemerintah melalui Bulog. “Apalagi ini sekarang sudah mulai panen, Bulog, saya kira pada minggu ke-3 atau akhir bulan ini, sudah mulai beli dari petani, sudah serap dari petani,” tegasnya.

Dalam kesempatan berkunjung ke Desa Jetis itu, Presiden Jokowi sempat turun ke sawah berlumpur tanpa alas kaki. Jokowi juga mencoba mesin traktor untuk beberapa saat didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Jatim Soekarwo. (RAPP002)