Tag: Mahasiswa

Permalink ke Mahasiswa Pascasarjana UMPO Gelar Baksos di Jambon
Komunitas, Pendidikan

Mahasiswa Pascasarjana UMPO Gelar Baksos di Jambon

Pacitanku.com, PONOROGO – Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar bakti sosial di Desa Wonopuro Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo pada tanggal 07 Januari 2017.

Dalam siaran pers yang dikirim ke Pacitanku.com, kegiatan tersebut, berjalan lancar dan mendapatkan antusias yang baik oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua karena masih ada orang yang memerlukan bantuan. Memberikan bantuan berupa fasilitas untuk belajar supaya para anak-anak desa Wonopuro semangat belajar.

Walaupun jalan yang sulit dengan memberikan bantuan sedikit kepada anak-anak dan orang tua supaya lebih semangat. Khususnya supaya bersemangat untuk menjalankan ibadah agama Islam, karena orang Islam masih ada yang mau peduli.


Warga sangat bahagia ketika para mahasiswa langsung terjun ke lapangan untuk memberikan bantuan dan kepedulian. Bantuan berupa logistik dll, diharapkan dapat memberikan semangan kepada mereka dalam menjalani kehidupan. Serta dapat optimis menjalankan pendidikan dan kegiatan keagamaan, walaupun jauh dari sekolah, pasar, kota dan tempat-tempat lain.

Dengan keramahan warga desa Wonopuro membuat seluruh mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo semakin merasa membaur. Kegiatan ini dimulai dengan penerimaan dan pembukaan kegiatan bakti sosial, kemudian dilaksanakan kegiatan membagikan bingkisan untuk warga. (RAPP002)

Permalink ke Selain Akademik, Mahasiswa Seharusnya Bisa Kembangkan Prestasi Sosial
Headline, Komunitas, Lifestyle

Selain Akademik, Mahasiswa Seharusnya Bisa Kembangkan Prestasi Sosial

PRESTASI SOSIAL. Mahasiswa Unnes belajar dari praktisi di berbagai bidang untuk mengasah prestasi sosial. (Foto: BEM FIP Unnes)

PRESTASI SOSIAL. Founder Pacitanku.com berharap mahasiswa bisa mengasah prestasi dan kepekaan sosial dengan memanfaatkan teknologi yang ada. (Foto: BEM FIP Unnes)

Pacitanku.com, SEMARANG – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang diminta tak hanya sukses menempuh jalur akademik saat menjadi mahasiswa. Akan tetapi yang lebih penting adalah buah karya lingkungan dan sosial yang memilki azas kemanfaatan yang lebih luas.

Hal itu diulas tuntas dalam acara “Inspiring Youth” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP Unnes, Sabtu (22/10/2016) di Gedung K3 Fakultas Hukum Unnes, Sekaran, Gunungpati Kota Semarang.

Wakil Dekan FIP Unnes, S. Edy Mulyono, menyampaikan bahwa mahasiswa diminta belajar tak hanya dari kampus, melainkan bisa menekuni bidang dan karya sosial supaya dapat memulai bisnis dan menginspirasi banyak orang.“Acara Inspiring Youth ini dapat menjadi sarana untuk belajar bersama orang-orang yang telah berpengalaman. Kalian dapat bertukar ide dan menggali inspirasi setelah acara ini,” tukasnya.

Salah satu hal yang disorot dalam agenda tersebut adalah bagaimana agar mahasiswa tak hanya sukses secara akademik, tapi juga membuahkan karya sosial dan prestasi lainnya.




Dwi Purnawan, founder portal berita berbasis wisata dan budaya Pacitanku.com menyampaikan  bahwa sangat disayangkan apabila selama di kampus, mahasiswa hanya mengisi ruang-ruang intelektualitas hanya dengan lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi.

”Prestasi akademik itu sangat penting, tetapi penting juga mengisi ruang-ruang intelektualitas kita dengan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama daerah asalnya, agar kelak ketika kembali ke daerah, bisa menjadi pahlawan kearifan lokal untuk mempromosikan daerah masing-masing,”paparnya.

Senada dengan Dwi, pakar technopreneurship sekaligus Owner Solusindo telematika, Nurul Hidayat menyampaikan bahwa era digital saat ini memudahkan seseorang untuk mengekspresikan karya dan gagasannya, dalam konteks pengembangan diri, sosial dan wirausaha.

“Kita harus pandai melihat celah tersebut, maka kami sarankan memakai filosofi sukses, dimana dalam berkarya, orang pintar hanya melihat pengeluaran, sementara orang cerdas melihat pemasukan, jadilah mahasiswa cerdas tersebut,”jelasnya.

Sementara, dr. Gamal Albinsaid yang saat ini menjadi chief executive officer (CEO) Indonesia Medika meminta mahasiswa juga tak hanya berikhtiar dalam mewujudkan setiap misi dan cita-cita dalam hidup serta karya yang akan ditekuni. “Yang terpenting, kerasnya cita-cita kita, bumbui dengan keiklasan dan tawakal,”tegasnya.

Acara yang diikuti 150 peserta dari berbagai jurusan di Unnes ini menghadirkan para praktisi di bidang media, sosio enterpreneurship dan akademisi. (RAPP002)

Permalink ke Mahasiswa Kritik Mobil Baru Dewan Pacitan
News, Pemerintahan

Mahasiswa Kritik Mobil Baru Dewan Pacitan

Gedung baru DPRD Pacitan dikomplain. (Foto : IST)

Gedung baru DPRD Pacitan dikomplain. (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN – Kalangan Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan mengkritik rencana pembelian mobil baru untuk anggota DPRD Pacitan. Rencananya, selain telah menempati gedung baru bernilai miliaran rupiah, empat ketua komisi bakal mendapatkan mobil inventaris baru, yakni empat unit Toyota Kijang Innova tipe E keluaran tahun 2015.

Menurut Ketua PMII Pacitan, Septian Dwi Nurcahyo, pengadaan mobil itu termasuk pemborosan. Sebab, di saat kinerja dewan masih menjadi sorotan masyarakat karena belum maksimal dalam pengawasan, mereka justru dimanjakan dengan fasilitas yang wah.

‘’Kalau alasannya untuk meningkatkan kinerja, tentunya mereka harus membuktikan. Soalnya, selama ini sering saya dapati sejumlah mobil operasional dewan ini disalahgunakan oleh para oknum pemakainya untuk aktivitas di luar lembaga. Semisal untuk mengangkut kayu yang saya temukan di wilayah Kecamatan Arjosari,’’ paparnya, baru-baru ini, dilansir Jawa Pos Radar Pacitan

Lebih lanjut, Septian juga mewanti-wanti mobil-mobil tersebut untuk tidak digunakan sebagai kepentingan politik serta aset pribadi. Rencananya keempat mobil gres tersebut bernopol AE 1044 XP, AE 1046 XP, AE 1047 XP, serta AE 1048 XP. Keempat mobil tersebut menggantikan Toyota Avanza S lansiran tahun 2010 yang selama ini dipakai Setyo Raharjo, Indrata Nur Bayu Aji, Prabowo serta Pujo Setyo Hadi.

‘’Saya tidak tahu pasti mobil operasional para ketua komisi itu akan diapakan selanjutnya. Tapi yang pasti, untuk mobil yang lama akan diserahkan dulu ke bagian aset DPPKAD. Sebelum akhirnya, nanti akan dialihkan ke dinas mana atau ke siapa,’’ jelas sumber yang namanya enggan dikorankan.

Meski demikian, sumber tersebut tak tahu pasti besaran anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan empat unit operasional kendaraan itu. Dia meminta kepada wartawan koran ini untuk menanyakan langsung ke pimpinan DPRD. ‘’Untuk harganya saya tidak tahu pasti. Pimpinan (DPRD) mungkin yang lebih tahu,’’ katanya.

Namun, informasinya untuk bisa memanjakan para ketua komisi tersebut anggaran yang dikeluarkan melalui APBD ditaksir sekitar Rp 1,032 miliar. Dengan demikian satu mobil tersebut seharga sekitar Rp 258 juta. Dikonfirmasi alasan pembelian mobil itu, Ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono mengatakan hal tersebut untuk meningkatkan kinerja para ketua komisi. ‘’Mobil operasional lama itu sudah tidak layak pakai. Dan, akan dikembalikan ke pemkab,’’ kata Ronny. (her/JPNN/RAPP002)

 

Permalink ke Mahasiswa Soroti Lurik Sebagai Pakaian Adat Pacitan
Kampus, News, Pemerintahan

Mahasiswa Soroti Lurik Sebagai Pakaian Adat Pacitan

PNS di lingkup BKD Pacitan. (Foto : Arif Sasono)

PNS di lingkup BKD Pacitan. (Foto : Arif Sasono)

Pacitanku.com, PACITAN – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan menyoroti kain lurik yang ditetapkan dalam peraturan Bupati Pacitan nomor 188.45/134/kpps/408.21/2015 Tanggal 23 Januari 2015.

Busana yang terdiri dari pakaian resmi dan harian tersebut akan rutin dikenakan di berbagai acara bertema kebudayaan di Pacitan, termasuk hari Jadi Pacitan bulan ini.

Menurut Septian Dwi Cahyo, Ketua PMII Pacitan dalam keterangan persnya, jika di pandang dari prespektif sejarah, Pacitan sangat menghargai akan sejarah, walaupun konon baju lurik hanyah seragam abdi dalem pada zaman kerajaan mataram.

“Namun patut di pertanyakan konsistensi dari pemerintah dalam kebijakan pakaian khas pacitan ini karena beberapa tahun lalu pemerintah sudah lebih dulu mengangkat batik pace  sebagai prodak asli pacitan bahkan saking semangatnya kini telah tercatat di musium rekor indonesia,” Jumat (20/2/2015) malam, saat berdiskusi dalam diskusi dan refleksi HUT Pacitan ke 270 oleh PMII di Pacitan.

Lebih lanjut, Septian menyampaikan bahwa batik Pacitan seolah menangis karena pemerintah justru mengelu-elukan lurik yang bukan produk masyarakat pacitan menjadi seragam harian resmi kabupaten.

“Jika dipandang dari segi ekonomi sudah berapa puluh juta uang masyarakat pacitan melayang ke Solo hanya untuk sepotong kain lurik, ini ironis padahal kita sedang menggalakan ekonomi berbasis kerakyatan ,” pungkasnya. (RAPP002)

Permalink ke Tarik Mahasiswa KKN di Pacitan, Rektor UNS : Hasilnya Silahkan Dikembangkan Masyarakat
Kampus, Pemerintahan, Pendidikan

Tarik Mahasiswa KKN di Pacitan, Rektor UNS : Hasilnya Silahkan Dikembangkan Masyarakat

Dosen UNS dan Bupati Indartato usai serah terima mahasiswa KKN di Pacitan. (Foto : Doc.Info Pacitan)

Dosen UNS dan Bupati Indartato usai serah terima mahasiswa KKN di Pacitan. (Foto : Doc.Info Pacitan)

Pacitanku.com, SURAKARTA – Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) resmi menarik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pacitan.

KKN Tematik Integratif UNS di Pacitan tersebut digelar di 18 desa di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan, Arjosari dan TulakanPacitan, masing-masing enam desa dari tiga kecamatan, yakni Pacitan dengan desa Sumberharjo, Tambakrejo, Sirnoboyo, Mentoro, Tanjungsari dan Menadi.

Selama 45 hari di Pacitan, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Februari 2015, mahasiswa UNS yang berjumlah 151 orang tersebut menggelar KKN dengan tema Pengentasan Kemiskinan.

Rektor UNS, Prof. Dr. H. Ravik Karsidi. M.S. dalam siaran persnya mengatakan bahwa kegiatan mahasiswa KKN UNS Tematik Intregatif ini yang pertama di Pacitan yang sifatnya iniasi dan inisiatif, serta inspiratif masyarakat untuk berkembang dan akan dikembangkan masyarakat itu sendiri.

“Mahasiswa yang melaksanakan Program KKN tersebut akan ditarik karena telah melaksanakan programnya,” kata Guru Besar UNS bidang Sosiologi Pendidikan ini. (RAPP002)

 

Permalink ke Aliansi Organisasi Daerah Pacitan Kenalkan Kampus untuk Calon Mahasiswa
Pendidikan

Aliansi Organisasi Daerah Pacitan Kenalkan Kampus untuk Calon Mahasiswa

Battle Of ALliance (Dok Pacitanku)

Battle Of ALliance (Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN—Sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah Pacitan, terutama generasi muda, aliansi organisasi daerah Pacitan menggelar agenda pengenalan kampus negeri untuk calon mahasiswa yang saat ini tengah berada di penghujung masa usia sekolah. Agenda yang bertajuk Battle of Alliance itu diselenggarakan oleh berbagai perkumpulan mahasiswa daerah, Sabtu (1/2/2014) di gedung Gasibu Swadaya, Baleharjo, Pacitan. (lebih…)