Pertunjukan ini memadukan ritme tabuhan bambu ronthek dengan alunan hadroh yang harmonis, menciptakan irama yang nyaman didengar.
Penulis: Febriani Cahyaningtias
“Pring Sedapur” Tulakan Hadirkan “Gerhana Bulan,” Sentil Kritik Sosial di Festival Ronthek Pacitan 2025
Fenomena gerhana bulan, meskipun merupakan kejadian astronomi, diyakini oleh sebagian besar masyarakat Kecamatan Tulakan
Grup Sapta Muda Meriahkan Festival Ronthek Pacitan 2025 dengan Kisah Pertanian dan Harmoni
Mengusung tema “Loh Jinawi”, kelompok seni ini akan menampilkan pertunjukan yang kental dengan filosofi dan nilai-nilai lokal, berakar dari kehidupan pertanian masyarakat.
Angkat Mitos Penjaga Ternak, Kecamatan Bandar Tampil Atraktif di Festival Ronthek Pacitan 2025
Dengan mengusung tema “Urip Sing Nguripi” (Hidup yang Menghidupi), penampilan mereka akan menonjolkan kearifan lokal sekaligus mengangkat isu ketahanan pangan
Tegalombo Suguhkan Atraksi Unik Bertema “Murwokolo” di Festival Ronthek Pacitan 2025
Camat Tegalombo, Edi Wasono, menjelaskan bahwa “Murwokolo” secara harfiah bermakna menghilangkan “sengkala” atau kotoran-kotoran yang melekat.
“Nawung Kridha” Bawa SMKN 1 Donorojo Wakili SMKN se-Pacitan di Festival Ronthek 2025
Dengan mengusung karya berjudul “Nawung Kridha”, sekolah ini menampilkan perpaduan seni, budaya, dan kearifan lokal yang mendalam.
Festival Kapyuran Ngadirojo: Merajut Sejarah, Melestarikan Sumber Kehidupan
Tak hanya itu, hadir pula “Panjang Ilang,” sebuah simbol tradisi yang melambangkan syarat dalam menghormati dan memelihara warisan leluhur.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









