Ensiklopedia Situs Pacitan Tarik Perhatian Perpusnas, Didorong Jadi Koleksi Nasional

oleh -184 Dilihat
Karya monumental Pacitan, "Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri", menarik perhatian Sekretaris Utama Perpusnas di Gebyar Literasi Magetan (8-9/10/2025). Perpusnas akan berupaya membeli buku ini untuk disebarkan secara nasional, mengapresiasi upaya Pacitan mendokumentasikan 250 situs sejarah melalui karya cetak dan animasi. (Foto: Dok. Disperpusip Pacitan for Pacitanku)

Pacitanku.com, MAGETAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan berhasil mencuri perhatian Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dalam acara Gebyar Literasi Kabupaten Magetan Tahun 2025.

Karya monumental Pacitan, “Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri,” mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Utama Perpusnas dan didorong untuk disebarluaskan sebagai koleksi nasional.

Kegiatan Gebyar Literasi yang berlangsung di Gedung Graha Literasi Magetan pada 8 hingga 9 Oktober 2025, dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se-Jawa Timur.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Amat Taufan, melaporkan bahwa Sekretaris Utama Perpusnas, dr. Joko Santoso, secara eksplisit menyatakan ketertarikannya terhadap ensiklopedia tersebut.

“Beliau (dr. Joko Santoso) akan berupaya untuk membeli karya buku-buku lokal/daerah seperti Buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri ini untuk Perpusnas dan bisa disebarkan ke seluruh Indonesia,” demikian disampaikan Amat Taufan, Jumat (10/10/2025) di Pacitan.

Ensiklopedia Situs Pacitan telah mendokumentasikan sekitar 250 situs sejarah Pacitan dalam Jilid I dan II yang sudah terbit.

Namun, menurut Taufan, potensi kekayaan sejarah Pacitan masih luas karena masih ada sekitar 300 situs yang belum terliterasikan ke dalam buku.

Dinas Perpustakaan Pacitan juga telah melakukan transformasi digital. Konten Ensiklopedia ini dikonversi ke dalam bentuk film/video dokumen arsip sejarah serta Film Animasi Anak-Anak untuk pendidikan dan pengenalan sejarah bagi generasi penerus bangsa.

Langkah ini sejalan dengan semangat penguatan literasi nasional.

Amat Taufan menambahkan bahwa Jilid I dan II buku tersebut sudah memiliki ISBN serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sementara jilid ketiga sedang dalam proses pencetakan. Gebyar Literasi ini terselenggara berkat Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpusnas.

No More Posts Available.

No more pages to load.