Irigasi Dam Dungsapi di Arjosari Pacitan Ambrol Diterjang Banjir Bandang, Pengairan Sawah di Tiga Desa Terancam Lumpuh Total

oleh -204 Dilihat
Kondisi saluran Dam Dungsapi Jetiskidul Pacitan yang ambrol diterjang banjir bandang.
Sejumlah titik di saluran Dam Dungsapi Desa Jetiskidul, Kecamatan Arjosari, Pacitan mengalami rusak berat setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (15/4/2026) dini hari. (Foto: Dok. Desa Jetiskidul)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Saluran irigasi Dam Dungsapi di Dusun Madekan, Desa Jetiskidul, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, ambrol diterjang banjir bandang pada Rabu (15/4/2026) pukul 03.00 WIB, yang mengakibatkan pasokan air untuk persawahan di tiga desa terancam terputus total.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Arjosari sejak dini hari.

Akibatnya, debit air sungai meluap dan menghancurkan bronjong serta sayap Dam Dungsapi yang berlokasi di wilayah RT 02/RW 03 Desa Jetiskidul tersebut.

Kepala Desa Jetiskidul, Mohamad Hasim, mengungkapkan bahwa kerusakan ini merupakan akumulasi dari kondisi bangunan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan pada akhir tahun 2024, namun hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.

“Kondisinya memang sudah ambrol sejak Desember 2024, tetapi sampai saat ini belum ada penanganan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo. Sekarang ditambah banjir bandang, kerusakannya jadi rusak berat,” ujar Mohamad Hasim saat dikonfirmasi, Rabu (15/4).

Hingga berita ini diturunkan, warga dan pemerintah desa setempat melakukan upaya darurat secara swadaya.

Mereka menutup retakan-retakan pada saluran irigasi menggunakan material seadanya, seperti pelepah dan daun kelapa, guna mencegah longsor susulan yang lebih parah.

“Kami lakukan penutupan retakan dengan material seadanya agar tidak semakin meluas longsornya. Ini sangat krusial karena dampak pengairannya mencakup sawah di tiga desa sekaligus,” tambah Hasim.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materiil akibat rusaknya infrastruktur irigasi ini diperkirakan cukup besar dan mengancam produktivitas pertanian di wilayah terdampak.

Pemerintah desa berharap pihak BBWS Bengawan Solo segera turun tangan melakukan perbaikan permanen sebelum dampak sosial dan ekonomi petani semakin meluas.