Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan akan segera menyalurkan bantuan kedaruratan bagi warga yang rumahnya terdampak kerusakan pascagempa tektonik bermagnitudo 6,2 pada Jumat dini hari.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memetakan sejumlah hunian yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kecamatan Pacitan, Pringkuku, dan Arjosari untuk kemudian diberikan penanganan lebih lanjut.
Meskipun guncangan yang berpusat di laut pada kedalaman 58 kilometer tersebut terasa sangat kuat hingga memicu kepanikan warga, Gagarin memastikan bahwa secara umum dampak kerusakan infrastruktur tidak bersifat masif dan pemerintah siap turun tangan membantu pemulihan fisik bangunan milik masyarakat.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 01.06 WIB tersebut dilaporkan merenggut satu korban jiwa atas nama Joko Santoso, namun Wakil Bupati mengklarifikasi bahwa kematian warga tersebut bukan diakibatkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan.
Berdasarkan keterangan medis, korban meninggal dunia karena syok berat yang memicu kondisi penyakit hipertensi bawaannya saat berupaya menyelamatkan diri keluar rumah.
“Memang ada beberapa rumah warga masyarakat yang terdampak, namun untuk korban satu meninggal dunia ini tidak karena reruntuhan, tetapi karena penderita hipertensi yang kaget setelah lari keluar rumah, akhirnya lemas dan meninggal dunia,”kata Gagarin saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kondisi terkini di lapangan.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan Dini Hari, Satu Warga Ngadirojo Meninggal Dunia Usai Evakuasi
Gagarin menceritakan bahwa guncangan yang berlangsung sekitar 15 detik tersebut terasa sangat keras, bahkan ia merasakan sendiri benda-benda di tempat tinggalnya bergoyang hebat saat dirinya belum beristirahat.
Berdasarkan data kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan hingga Sabtu (7/2/2026), kerusakan fisik dilaporkan telah mencapai 17 titik data yang tersebar di tiga kecamatan.
Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merevisi kekuatan gempa menjadi Magnitudo 6,2 dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, pemerintah daerah mensyukuri bahwa tidak ada potensi tsunami yang menyertai kejadian tersebut sehingga warga tidak perlu mengungsi terlalu jauh dari kediamannya.
Sebagai langkah konkret respons bencana, Wakil Bupati menjamin bahwa pemerintah kabupaten tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian dalam memperbaiki hunian mereka yang retak atau rusak.
Skema bantuan kedaruratan sedang disiapkan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal di rumah yang aman dan layak.
Gagarin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat kesadaran mitigasi mandiri yang telah ditunjukkan warga saat melakukan evakuasi dini merupakan modal penting dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.












