Pasaran Wage Perdana 2026, Pasar Tradisional Nawangan Diserbu Warga hingga Siang Hari

oleh -124 Dilihat
PADAT PENGUNJUNG. Suasana hiruk-pikuk warga saat berbelanja di Pasar Tradisional Nawangan, Jumat (2/1/2026). Pada hari pasaran Wage perdana pasca-libur Tahun Baru, pasar dipadati pembeli yang memburu kebutuhan pokok hingga siang hari. (Foto: Ceisya Salsabilla)

Pacitanku.com, NAWANGAN — Geliat ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Nawangan, Pacitan kembali bergairah pasca-libur panjang Tahun Baru dengan ramainya aktivitas transaksi jual beli di Pasar Tradisional Nawangan pada Jumat (2/1/2026).

Pasar yang berlokasi di Dusun Krajan tersebut dipadati ribuan warga yang antusias berburu kebutuhan pokok pada hari pasaran Wage perdana di tahun 2026, menandakan pulihnya aktivitas dapur rumah tangga masyarakat setempat setelah masa liburan usai.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kepadatan pengunjung sudah terlihat sejak pasar mulai beroperasi pada pukul enam pagi.

Hampir seluruh lorong pasar dipenuhi warga yang berdesakan, terutama di area lapak pedagang kebutuhan primer seperti sembako, sayuran segar, dan daging.

Pemandangan ini cukup berbeda dibandingkan hari-hari biasanya, di mana lonjakan pembeli kali ini membuat para pedagang harus bekerja ekstra cepat melayani permintaan yang datang silih berganti tanpa henti.

Salah satu pedagang sayuran, Ibu Sutiyem, mengakui adanya peningkatan volume pengunjung yang signifikan pada hari ini. Menurutnya, momentum pasca-libur Tahun Baru menjadi faktor utama yang mendorong warga untuk berbondong-bondong memadati pasar guna menyetok ulang kebutuhan logistik harian mereka.

“Kalau dibandingkan pasaran Wage sebelumnya, hari ini pasarnya terasa lebih padat. Banyak pembeli datang untuk kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sebelumnya libur beraktivitas,” ujar Ibu Sutiyem di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Tingginya animo masyarakat ini juga tidak lepas dari sistem operasional Pasar Tradisional Nawangan yang unik karena hanya buka setiap hari pasaran Wage sesuai kalender Jawa. Keterbatasan waktu operasional tersebut memaksa masyarakat untuk memaksimalkan momentum belanja setiap kali pasar dibuka. Selain itu, lokasi pasar yang strategis di tengah kecamatan dan mudah dijangkau dari berbagai dusun menjadikan pasar ini tumpuan utama ekonomi warga sekitar.

Ibu Rina, seorang pembeli yang datang sedikit terlambat, mengaku terkejut melihat situasi pasar yang masih hiruk-pikuk meski matahari sudah mulai meninggi. Ia sempat mengira keramaian akan surut menjelang siang, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya dengan antrean yang masih mengular di sejumlah kios langganan.

“Saya datang agak siang dan sempat mengira pasar sudah mulai sepi. Ternyata pasarnya masih ramai, kios langganan saya sampai antri lama sekali,” ungkapnya.

Fenomena ini menegaskan bahwa pasar tradisional masih memegang peranan vital dan menjadi pilihan utama masyarakat Nawangan berkat kelengkapan barang dan harga yang relatif miring dibandingkan tempat belanja modern. Hingga siang hari, aktivitas perniagaan tetap berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan optimisme ekonomi kerakyatan di awal tahun yang baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.