Generasi Muda Pacitan Lestarikan Budaya Jawa Lewat Lomba Panata Adicara Temanten ke-4

oleh -225 Dilihat
Lestari di Tengah Modernisasi! Sebanyak 15 finalis beradu kemampuan membawakan acara adat Jawa di Final Panata Adicara Temanten Jawa Pacitan (28/10). Karang Taruna & KNPI Pacitan berkomitmen menjadikan lomba ini wadah membangun karakter, etika, dan kebanggaan pada budaya lokal. (Foto: Dok. Istimewa/Nur Azizah)

Pacitanku.com, PACITAN – Karang Taruna dan DPD KNPI Kabupaten Pacitan sukses menggelar Final Lomba Panata Adicara Temanten Jawa ke-4 dengan meriah di Pendopo Kabupaten Pacitan pada Selasa (28/10/2025).

Ajang bergengsi yang diikuti 15 finalis ini menjadi wadah bagi generasi muda Pacitan untuk menampilkan kemahiran dalam membawakan acara adat pernikahan dengan bahasa dan tata krama Jawa yang kental, sekaligus upaya melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama Karang Taruna dan DPD KNPI Pacitan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi lokal.

Baca juga: 60 Peserta Adu Kemampuan di Babak Penyisihan Lomba Panata Adicara Ke-4 Pacitan

Melalui lomba ini, generasi muda Pacitan diharapkan mampu menjadi pelestari budaya sekaligus teladan dalam berkomunikasi santun dan berkarakter di masyarakat.

Acara puncak tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Paguyuban Sekar Krida Utama (SKU) Kabupaten Pacitan dan Cabang Dinas Pendidikan.

Kehadiran juri dari luar daerah, yakni Ponorogo dan Wonogiri, menambah bobot objektivitas penilaian dalam kompetisi tahunan ini.

Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, yang hadir mewakili Bupati Pacitan, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya lomba yang dianggap bernilai pendidikan dan budaya.

Ujian Kemahiran Berbahasa Jawa di Pendopo Pacitan. 15 finalis menunjukkan kemampuan terbaik dalam Final Lomba Panata Adicara Temanten Jawa (28/10). Kompetisi ini dinilai juri dari Ponorogo dan Wonogiri, memastikan objektivitas dan kualitas (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Ia turut menyampaikan permohonan maaf sebab Bupati Pacitan tidak dapat hadir lantaran menjalankan tugas kedinasan di Bali.

Menurut pria yang akrab disapa ASB ini, kemampuan berkomunikasi yang diasah melalui kegiatan ini merupakan kunci kesuksesan di masa depan.

“Saya ingat pepatah bahwa 80 persen kesuksesan seseorang ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi. Lomba ini sangat bagus untuk melatih generasi muda Pacitan agar berani tampil dan pandai berkomunikasi,”kata ASB.

Legislator Partai Demokrat ini menambahkan, peran seorang panata adicara (pembawa acara adat) tidak hanya sebatas berbicara.

“Panata adicara tidak hanya soal berbicara, tapi juga tentang kepemimpinan dan manajemen diri. Budaya seperti ini harus terus dikembangkan agar tidak tergerus oleh zaman,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Mulyadi, menyebut lomba ini sebagai bukti nyata semangat generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.

“Lomba ini adalah bukti bahwa generasi muda Pacitan memiliki semangat luar biasa dalam melestarikan budaya lokal. Panata adicara bukan sekadar lomba, tetapi wadah untuk membangun karakter dan kepribadian yang unggul,”kata Mulyadi.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut dan menjadi agenda rutin kebanggaan daerah. Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Arif, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung.

“Kami ingin menghadirkan lomba yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif. Setiap peserta telah melalui proses panjang, dan di sini mereka belajar banyak hal tentang komunikasi, etika, serta nilai-nilai budaya Jawa,”katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.