Gebrakan Festival Ronthek Pacitan 2026: Usung Panggung Berjalan dan Penilaian Non-Ranking

oleh -125 Dilihat
Festival Ronthek Pacitan 2025
Dengan mengusung tema “Laras Honocoroko”, kontingen ini mengangkat kembali kisah dan kearifan tokoh lokal, Mbah Raden, sebagai inspirasi utama penampilan mereka. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Pacitan, Adetya Wicaksana Putra, memastikan Festival Ronthek Pacitan 2026 yang akan digelar di Alun-Alun Pacitan pada 17 hingga 19 Juli 2026 mengusung konsep panggung berjalan dan sistem penilaian non-ranking.

Hal itu dilakukan guna meratakan apresiasi seni budaya andalan Pacitan tersebut.

Dalam konferensi pers pada Kamis (16/7/2026), Adetya menjelaskan bahwa Festival Ronthek Pacitan 2026 yang mengusung tema “Gema Bambu Pacitan” ini memberikan tantangan baru bagi peserta dan pelatih.

Penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan statis, melainkan pertunjukan seni saat berjalan.

Terdapat lima titik juri yang disebar, yakni di garis start, panggung finish, serta tiga panggung berjalan di depan Toko Laris lama, trotoar timur pintu keluar DPRD, dan depan Gedung Sudirman.

Peserta terbagi dalam kategori umum dari 12 kecamatan, kategori pelajar, serta kelompok ekshibisi.

Adetya menegaskan, aspek penilaian dari juri berskala nasional dan internasional ini meliputi orisinalitas, kreativitas garapan, harmoni, dan dinamika, bukan sekadar kemewahan properti.

“Kami sampaikan dan terus kami ulang, bahwasanya properti itu bukan menjadi aspek penilaian tersendiri. Jadi memang karya-karya seni, karya-karya tari, karya-karya pukulan rontek itulah yang menjadi salah satu atau beberapa dari sektor untuk penilaian dari bapak dewan juri,” tegas Adetya.

Selain konsep panggung berjalan, ajang yang telah empat tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) ini mengubah sistem kejuaraan menjadi non-ranking, yakni memilih tiga penyaji terbaik tanpa gelar juara satu, dua, dan tiga.

Terdapat pula fasilitas edukasi “Gubuk Rontek” dari Disparbudpora Pacitan agar masyarakat memahami sejarah bambu sebagai instrumen musik.

Pelaksanaan Festival Ronthek Pacitan 2026 diharapkan tidak hanya melestarikan budaya Pacitan, tetapi juga menciptakan efek domino bagi perekonomian lokal.

Untuk memperluas dampak ekonomi dan pariwisata, Disparbudpora berkolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas untuk menggelar “Pasar Ronthek”.

Selain itu, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, acara akan dibuka dengan pra-pertunjukan berupa Fashion Carnival.

Kehadiran event dalam Karisma Event Nusantara ini diproyeksikan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Pacitan.

Jadwal Festival Ronthek Pacitan 2026 akan berlangsung padat setiap harinya. Pada Jumat (17/7/2026), acara dibuka oleh perwakilan SMP dan defile dari Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, serta Pacitan.

Kemeriahan Gema Bambu Pacitan berlanjut pada Sabtu (18/7/2026) dengan penampilan SMK, MA, serta Kecamatan Nawangan, Tulakan, Sudimoro, dan Arjosari. Puncak acara pada Minggu (19/7/2026) akan ditutup oleh SMA, SRMA, serta kontingen Pringkuku, Punung, Bandar, dan Donorojo.

@pacitankucom

FESTIVAL RONTHEK PACITAN 2026 IS BACK!! 🔥 Bangga banget tahun ini masuk event prioritas nasional KEN 2026! Jangan lupa merapat tanggal 17-19 Juli 2026 di sepanjang Jl. A. Yani sampai Alun-Alun Pacitan. Tahun ini konsepnya balik ke asal jadi pertunjukan berjalan dari SMPN 2 Pacitan sampai kawasan Penceng loh. Bakal seru banget! Catat jadwal tampil kecamatan kalian di video ya! Kalian dukung kontingen dari kecamatan mana nih? Coba absen di kolom komentar! 👇🤩 #Ronthek #FestivalRonthek #Pacitanku #EventNusantara #Fyp

♬ original sound – pacitanku

No More Posts Available.

No more pages to load.