Pacitanku.com, PACITAN — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, mendorong para petani tembakau untuk disiplin menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna mengoptimalkan potensi 531 hektare lahan yang saat ini baru tergarap 150 hektare.
Penerapan SOP yang tepat dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga kepercayaan mitra kerja.
Menurut Rudi, menjaga keberlangsungan kemitraan sangat bergantung pada konsistensi mutu produk yang dihasilkan oleh petani.
“Terkait harapan saya sebagai Ketua Komisi II, tetap menjalankan SOP yang benar tentang penanaman tembakau. Kerja sama dengan mitra ini tidak gampang, sehingga kualitas produk tembakau ini tetap bagus,” ujar Rudi Handoko saat memberikan keterangan kepada media.
Selain masalah kualitas, legislatif juga menyoroti masih rendahnya realisasi luasan tanam komoditas unggulan tersebut. Kesenjangan angka antara potensi dan realisasi di lapangan dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
“Ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan ke depan. (Saat ini) hanya mampu 150 hektare, padahal luasan lahan 531 hektare untuk penanaman tembakau,” ungkap Rudi menjelaskan kondisi riil di lapangan.
Untuk menyikapi tantangan tersebut, Rudi meminta agar kelompok tani dapat menyerap dan memanfaatkan alokasi DBHCHT secara maksimal. Bantuan fasilitas maupun sarana prasarana dari dinas terkait harus dirawat agar memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
“Dengan bantuan DBHCHT ini, digunakan dan dirawat sebaik mungkin, sehingga apa yang difasilitasi dinas tidak sia-sia,”tegasnya.
Ke depan, Komisi II DPRD Pacitan berkomitmen untuk tidak sekadar memantau dari jauh. Pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat sekaligus pendampingan melekat guna mendongkrak hasil panen secara keseluruhan.
“Saya harapkan ke depan produksi tembakau lebih optimal. Kami di Komisi II akan turut mengawal petani mulai prapanen sampai pascapanen terkait kualitas tembakau di Pacitan,”pungkasnya.











