Pacitanku.com, NGADIROJO – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, kini memasuki tahap pematangan akhir dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret mendatang.
Percepatan pembangunan fasilitas ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam menciptakan pusat kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat lokal.
Penjabat (PJ) Kepala Desa Wonodadi Kulon, Hemmy Triasmoro, menjelaskan bahwa kehadiran KDMP bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan sebuah ekosistem usaha yang dirancang untuk memberdayakan masyarakat.
Pihaknya optimistis seluruh tahapan pengerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan kalender perencanaan yang telah ditetapkan.
“Berdasarkan perencanaan, pembangunan KDMP ditargetkan selesai pada bulan Maret. Kami berupaya agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal,”kata Hemmy, Senin (9/2/2026).
Optimisme tersebut didukung oleh partisipasi masyarakat yang menjadi pilar utama program ini. KDMP Wonodadi Kulon menargetkan keanggotaan aktif minimal 25 persen dari total populasi desa yang mencapai 4.486 jiwa.
Keterlibatan warga dalam jumlah besar ini diharapkan menjadi motor penggerak roda usaha yang dinamis dan berkelanjutan.
Secara teknis, kawasan ini akan menjalankan berbagai unit usaha vital, mulai dari distribusi gas LPG, penyediaan sembako, layanan pupuk untuk pertanian, hingga loket pembayaran resmi seperti pajak kendaraan bermotor, token listrik, dan pulsa internet.
Hemmy menambahkan bahwa pemilihan sektor usaha tersebut didasarkan pada kebutuhan harian yang paling mendesak, sehingga manfaat KDMP dapat langsung dirasakan oleh setiap rumah tangga.
Guna menjamin keberlangsungan operasional dan menumbuhkan rasa memiliki, skema pendanaan program ini bersumber dari kolaborasi antara iuran anggota dan alokasi Dana Desa.
Proses pembangunan yang sedang berlangsung pun telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Masyarakat menyambut antusias karena proyek ini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan penyedia material setempat.
Ke depan, KDMP diproyeksikan mampu memangkas rantai distribusi yang panjang dari produsen ke konsumen untuk menekan harga tanpa permainan tengkulak, menampung hasil bumi warga, serta berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).
“KDMP kami harapkan menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,”pungkas Hemmy.












