BPBD Pacitan Masifkan Edukasi Kebencanaan dan Perbarui Peta Risiko Pasca-Gempa 27 Januari

oleh -283 Dilihat
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengenakan seragam cokelat, sedang berbicara ke mikrofon dalam sebuah konferensi pers di ruangan kantor.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, memberikan keterangan pers. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITANGempa bumi tektonik dengan karakteristik intraslab berkekuatan Magnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Pacitan pada Selasa (27/1/2026) pagi menyisakan dampak kerusakan pada hunian warga di Kecamatan Ngadirojo dan Sudimoro.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memastikan bahwa meskipun terdapat laporan kerusakan pada tempat tinggal penduduk, seluruh infrastruktur dan fasilitas publik di wilayah tersebut dinyatakan aman dan tidak terdampak guncangan lindu yang terjadi tepat pukul 08.20 WIB itu.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang awalnya dirilis bermagnitudo 5,5 ini memiliki mekanisme intraslab yang tergolong fenomena jarang terjadi, namun tidak berpotensi tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, merinci bahwa dampak guncangan paling signifikan teridentifikasi di empat titik pemukiman warga.

Laporan kerusakan meliputi dua kejadian di Desa Jetis Kidul dan satu di Desa Sidomulyo yang keduanya berada di Kecamatan Ngadirojo, serta satu laporan kerusakan rumah di Desa Gunungrejo, Kecamatan Sudimoro.

Yagus menegaskan bahwa tim reaksi cepat telah melakukan asesmen menyeluruh di lapangan untuk memverifikasi dampak bencana.

Ia bersyukur karena objek vital dan fasilitas umum yang menjadi tumpuan aktivitas masyarakat tetap berfungsi normal tanpa kerusakan struktural.

Prioritas penanganan saat ini difokuskan pada pemulihan kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat getaran tanah tersebut.

“Sampai saat ini belum ada laporan terkait kerusakan pada fasilitas publik, hanya laporan rumah warga yang mengalami kerusakan,”kata Yagus Triarso saat memberikan keterangan resmi terkait situasi terkini pascagempa.

Menyikapi fenomena alam yang tidak terduga ini, BPBD Pacitan berkomitmen untuk memperkuat ketahanan masyarakat melalui program diseminasi informasi kebencanaan yang lebih masif dan terstruktur.

Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material di masa mendatang, mengingat posisi geografis Pacitan yang memang rawan bencana geologi.

Edukasi akan menyasar berbagai lapisan masyarakat mulai dari lingkungan pendidikan hingga komunitas desa.

“BPBD akan terus diseminasi atau menyebarluaskan informasi dan pengetahuan kebencanaan. Kami memberikan layanan sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat baik melalui sekolah, desa, maupun komunitas serta media sosial,” tambah Yagus.

Lebih jauh, data kerusakan dan karakteristik gempa kali ini akan diintegrasikan sebagai basis data krusial untuk perencanaan jangka panjang daerah.

Yagus menjelaskan bahwa setiap insiden kebencanaan yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan mitigasi.

Pembaruan data ini diharapkan mampu memetakan zona kerawanan secara lebih akurat agar langkah pemerintah daerah ke depan lebih tepat sasaran.

“Seluruh laporan kejadian bencana menjadi bahan masukan untuk memperbarui atau mereview Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dilaksanakan lima tahun sekali,”pungkasnya.

Video Bukan Sesar Grindulu! BPBD Pacitan Ungkap Fakta Gempa Darat Nogosari (Fenomena Intraslab)

No More Posts Available.

No more pages to load.