Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memberikan klarifikasi resmi terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (27/1/2026) pagi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan bahwa berdasarkan pembaruan data dari BMKG, gempa tersebut dipastikan merupakan gempa darat, bukan gempa samudra seperti informasi awal.
Meskipun awalnya episentrum gempa diperkirakan berada di Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan, rilis data terbaru BMKG memastikan titik koordinat episentrum yang benar berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.
Pihak BPBD juga menegaskan bahwa gempa darat ini tidak disebabkan oleh aktivitas Sesar Grindulu. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG Nganjuk, gempa ini diklasifikasikan sebagai intraslab yang berasal dari pecahan lempeng (slab) Australia.
“Gempa tersebut bukan diakibatkan aktivitas Sesar Grindulu, namun gempa tersebut merupakan intraslab,”kata Kalaksa BPBD Pacitan dalam keterangan resminya.
Menurut Erwin, fenomena intraslab ini terjadi akibat tekanan dan gaya di dalam lempeng tektonik itu sendiri, bukan di batas pertemuan antar lempeng, di mana garis lurus slab Australia mengarah ke titik episentrum tersebut.










