Pacitanku.com, PACITAN – Pola asuh orang tua memegang peranan vital dalam membentuk kesehatan mental dan karakter anak di masa depan.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, mengingatkan para orang tua agar tidak terlalu memanjakan anak secara berlebihan karena hal tersebut justru dapat melemahkan mental mereka saat menghadapi dunia nyata.
Legislator Partai Demokrat ini menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena pola asuh yang terlalu protektif.
Menurut pria yang akrab disapa ASB ini, keinginan orang tua untuk selalu menyayang dan memanjakan anak terkadang justru menjadi bumerang bagi perkembangan mental sang anak.
“Pertama adalah mental, jadi melatih mental ini kan tidak mudah karena kadang kita punya anak itu penginnya disayang, dimanja, padahal terkadang itu ‘membunuh’ dia sendiri,”kata ASB, dikutip dari tayangan siniar Kertas Kosong Pacitanku TV pada Kamis (22/1/2026).
Ia menyarankan agar anak-anak dibiarkan bersosialisasi secara alamiah, termasuk merasakan konflik kecil dengan teman sebaya atau bermain di luar ruangan, agar mental mereka terlatih. Ketahanan mental ini dinilai krusial untuk mencegah stres di kemudian hari.
“Jangan sampai kakinya tidak diinjakkan di bumi lah, kotor, jangan suka bermain, harus diajak bermain bermacam-macam, jangan di-AC saja terus, tapi juga harus dilatih,”tegasnya.
“Kalau dia punya mental yang kuat apalagi di era modernisasi seperti ini, kalau dia enggak kuat dia akan gampang stres. Ketika stres itu bahaya,”imbuh ASB.
Selain ketahanan mental, ASB juga menekankan pentingnya membangun adab dan sopan santun dari dalam rumah. Kunci utamanya adalah keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak.
“Kalau saya, yang pertama adalah orang tua harus terbuka sama anak, itu paling penting. Kalau dia tidak terbuka, jangan sampai dia terbuka sama orang lain di luar, itu sudah salah satu kesalahan,”jelas ASB.
Sebagai pejabat publik, Arif juga menerapkan didikan agar anak-anaknya tetap rendah hati dan tidak menyombongkan jabatan orang tua.
“Jadi anak-anak saya tuh tidak boleh sok-sokan, Kalau bisa harus rendah diri serendah-rendahnya,”tutupnya .












