Pacitanku.com, PACITAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan di bulan Ramadan menjadi perhatian serius bagi kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPRD Pacitan, Ririn Subianti, mengingatkan para orang tua dan guru agar program tersebut tidak menjadi celah yang menggoda integritas anak-anak yang sedang belajar menjalankan ibadah puasa.
Menurut Ririn, distribusi MBG selama bulan suci—meski dalam bentuk kudapan atau snack kering—memerlukan komunikasi dan koordinasi yang intens antara pihak sekolah dan wali murid.
Ia mengkhawatirkan adanya potensi kontraproduktif jika distribusi makanan justru memicu anak-anak untuk membatalkan puasa secara sembunyi-sembunyi.
“Jangan sampai ketika bapak dan ibu guru memberi pelajaran tentang keutamaan berpuasa di sekolah, lalu ayah dan ibu di rumah sudah menyiapkan sahur serta motivasi, justru pemberian bekal makanan dari sekolah menjadi sebab anak-anak sembunyi-sembunyi membatalkan puasanya,”kata Ririn Subianti dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan sisi humanis perjuangan anak-anak.
Di saat kantin sekolah tutup dan akses makanan di rumah dibatasi, kehadiran paket MBG di tas sekolah mereka merupakan ujian yang besar, terutama saat orang tua belum pulang kerja.
“Sudah batal puasa, bisa jadi bertambah lagi potensi berbohong karena anak merasa takut atau malu saat ditanya. Kita syukuri nikmat MBG ini, tapi harus hati-hati agar tetap menjadi barokah bagi keluarga. Program tetap jalan, namun puasa anak-anak harus tetap bertahan,”imbuhnya.
Sebagai informasi, distribusi MBG di Pacitan sempat diliburkan pada awal Ramadan dan kembali serentak pada 23 Februari 2026 dengan mekanisme pemberian paket snack kering sebagai bekal berbuka puasa di rumah.












