Genjot PAD dan Ekonomi Warga, Pemdes Kebondalem Pacitan Bangun Ruko Pasar Berbasis Swadaya

oleh -448 Dilihat
PUSAT EKONOMI BARU. Deretan bangunan ruko di kawasan Pasar Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, yang dibangun menggunakan Dana Desa. Fasilitas ini disiapkan untuk menampung produk UMKM lokal dan mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD). (Foto: Shevira Zahra Irnanda Putri)

Pacitanku.com, TEGALOMBO — Pemerintah Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, mengambil langkah strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui pembangunan gedung rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Kebondalem.

Inisiatif pembangunan fasilitas perdagangan ini dirancang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan pemerintah desa secara finansial, tetapi juga memberikan wadah yang layak bagi para pelaku usaha mikro dan petani lokal untuk memasarkan produknya.

Imam Hofur, salah satu perangkat Desa Kebondalem yang bertanggung jawab atas manajemen ruko, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki visi ekonomi yang luas.

Pembangunan ruko didanai langsung oleh pemerintah melalui Dana Desa, namun dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.

Pola padat karya ini sengaja diterapkan agar anggaran pembangunan turut berputar di desa dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat selama proses konstruksi berlangsung.

Keberadaan ruko pasar ini digadang-gadang menjadi sentra aktivitas niaga yang menyerap produk lokal desa serta hasil pertanian yang dibeli langsung dari petani.

Melalui mekanisme sewa bangunan kepada para pedagang, pemerintah desa menargetkan adanya pemasukan rutin yang akan masuk ke kas desa sebagai PAD.

Dana segar dari hasil sewa ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk menopang berbagai sektor pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi oleh Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).

“Tujuan pembangunan ruko ini untuk meningkatkan perekonomian jangka panjang, khususnya bagi masyarakat dan pemerintah desa, serta memberi dampak ke daerah sekitar. Masyarakat dapat menjual dan membeli produk lokal desa yang kemudian dipasarkan secara lebih luas. Melalui proses jual beli tersebut, baik masyarakat maupun pedagang memperoleh keuntungan ekonomi,”kata Imam Hofur, Rabu (31/12/2025).

Pemerintah Desa Kebondalem memiliki optimisme tinggi terhadap potensi ekonomi pasar ini. Imam memproyeksikan bahwa pendapatan bersih dari pengelolaan ruko pasar pada tahun 2026 mendatang bisa menembus angka Rp70 juta per tahun.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa besaran angka tersebut bersifat fluktuatif karena sangat bergantung pada jumlah pedagang yang menyewa dan intensitas transaksi jual beli yang terjadi di pasar.

Di sisi lain, aspek ketertiban dan lingkungan juga menjadi sorotan serius dalam manajemen pengelolaan pasar ke depan.

Pemerintah desa menyadari adanya potensi dampak lingkungan jika aktivitas pasar tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, Imam menegaskan bahwa kebersihan dan penataan pedagang akan menjadi prioritas utama agar keberadaan pusat ekonomi baru ini tidak menimbulkan masalah sosial atau gangguan bagi warga sekitar.

“Jika pengelolaan pasar tertib dan kebersihan terjaga, lingkungan tetap aman. Sebaliknya, ketika ketertiban tidak dijaga, dampaknya akan dirasakan oleh lingkungan sekitar,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.