Pacitanku.com, TEGALOMBO— Jalur poros Pacitan-Ponorogo kembali memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi tepatnya di kawasan tak jauh dari Pertigaan Grenjeng, Desa Gedangan, Kecamatan Tegalombo, pada Minggu (28/12/2025) sore.
Insiden yang melibatkan sebuah mobil pribadi dan sepeda motor ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian manusia atau human error, di mana pengendara sepeda motor disinyalir kehilangan konsentrasi akibat mengantuk saat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di jalur menikung tersebut.
Menurut keterangan saksi mata yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, Wayan, peristiwa bermula ketika sebuah mobil Isuzu Panther warna biru tua dengan nomor polisi AE 1097 VG melaju dari arah Pacitan dengan tujuan hendak pulang menuju ke Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda PCX dengan nomor polisi AE 6635 YZ yang dikendarai oleh pemuda bernama Bagas, warga Mendole Sirnoboyo, Pacitan, yang berboncengan dengan rekannya.
Kendaraan roda dua tersebut melaju kencang namun dengan pergerakan yang tidak stabil hingga memakan jalur lawan.
Wayan menduga pengendara motor tersebut mengalami kelelahan yang menyebabkan hilangnya kesadaran sesaat.
“(Mungkin) Mengantuk mas,”kata Wayan singkat saat memberikan kesaksian mengenai kondisi pengendara motor sesaat sebelum tabrakan.
Situasi di jalan raya berubah menegangkan ketika sepeda motor tersebut terus melaju ke arah mobil.
Pengemudi mobil yang menyadari bahaya di depannya sempat berupaya keras menghindar dengan membanting setir ke sisi kiri hingga masuk ke badan jalan sembari berteriak memberikan peringatan.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena jarak yang sudah terlampau dekat dan pengendara motor yang terindikasi sedang tidak sadarkan diri atau tertidur, sehingga benturan keras pun tak terhindarkan.
Akibat kecelakaan ini, baik pengendara bernama Bagas maupun penumpang yang diboncengnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu menjaga fokus dan memastikan kondisi fisik prima saat berkendara, terutama di titik-titik rawan kecelakaan sepanjang jalur pegunungan Pacitan demi keselamatan bersama.












