Cegah Masalah Baru, DPRD Pacitan Tekankan Koordinasi Dini untuk Tingkatkan Kualitas dan Rasa Program MBG

oleh -417 Dilihat
Anggota Komisi I DPRD Pacitan Ririn Subiyanti. (Foto: Dok. Pribadi for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat yang bertujuan mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak bangsa masih membutuhkan banyak evaluasi dan pendampingan di lapangan.

Anggota Komisi I DPRD Pacitan, Ririn Subianti, menegaskan bahwa kualitas program tidak boleh menimbulkan masalah baru yang kontraproduktif, terutama setelah munculnya kasus keracunan di beberapa daerah.

Ririn Subianti, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Gabungan PKS, NasDem, PPP DPRD Pacitan, menyatakan dukungannya terhadap tujuan program MBG, namun menyampaikan kekhawatiran jika program ini hanya dijalankan sebagai janji politik semata.

“Secara pribadi saya sepakat dengan tujuan program MBG dari pemerintah. Termasuk mencegah stunting, meningkatkan kesehatan dan kecerdasan, semangat belajar di sekolah, dan lain-lain. Tetapi ini bukan sekadar makanan yang tersaji di ompreng. Tapi ini menyangkut masa depan anak dan bangsa ini,”kata Ririn, Senin (6/10/2025) di Pacitan.

Ririn menyoroti beberapa masalah teknis di lapangan yang harus segera diatasi, termasuk kondisi masakan yang sudah mendekati basi saat didistribusikan, porsi yang terbatas, dan menu makanan (seperti spageti, makaroni, atau hamburger) yang belum sesuai dengan selera anak-anak.

Selain itu, nilai kemubaziran (pembuangan makanan) di Pacitan dinilai masih tinggi.

“Di Pacitan belum ada kasus fatal dan semoga tidak pernah ada, tapi nilai kemubadziran masih tinggi,”ungkapnya.

Ririn juga menekankan bahwa kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah telah berdampak besar terhadap kekhawatiran anak-anak maupun orang tua dalam menerima makanan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat dari semua pihak.

“Komunikasi, koordinasi, dan evaluasi harus berjalan dengan normal. Tidak boleh saling menunggu, apalagi menunggu ada kasus, ada komplain,”tegas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ririn juga memberikan masukan khusus terkait proses pengolahan makanan yang rata-rata dimulai pukul 01.00 dini hari dalam porsi besar.

Menurutnya, tim dapur MBG (SPPG) perlu belajar kompak dan cepat untuk menyajikan menu yang aman, sehat, dan sesuai dengan selera serta porsi anak-anak.

Kepada orang tua dan guru pendamping, Ririn berpesan untuk tetap memantau asupan gizi anak dan aktif berkomunikasi dengan petugas SPPG.

“Sebelum dimakan anak-anak, pastikan semua menu dalam keadaan aman (terutama anak-anak PAUD),” tambahnya.

Ririn Subianti menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa wakil rakyat akan terus bekerja.

“Kami sebagai wakil rakyat secara intensif memberikan evaluasi dan masukan kepada pemerintah pusat melalui anggota DPR RI untuk dilakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam melaksanakan program MBG ini,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.